| Laporan Akuarium Tawarkan Pembaharuan Makanan Hasil Laut Dunia |
| Era Baru | Senin, 16 November 2009 |
|
Akuarium ini sudah bertahun-tahun meneliti lautan dan bagaimana agar mereka dapat memperbaikinya. Sebuah laporan pada 21 Oktober menyebutkan, “Mengubah Pasang Surut Keadaan Makanan Hasil Laut,” mengatakan bahwa ekosistem laut mulai membaik dan kemungkinan akan ada lebih banyak lagi jumlah ikan di laut. Ini merupakan suatu hasil yang lebih baik bagi keduanya, baik pada usaha pengolahan ikan maupun tanggung jawab konsumen, kata laporan tersebut. Namun ada juga beberapa tindakan yang dapat mengancam jumlah ikan, termasuk juga perubahan iklim. Pengelolaan yang salah pada penangkapan ikan secara komersial dan usaha perikanan juga akan menjadi risiko utama apabila kegiatan ini tersebar luas. Dalam abad terakhir ini skala industri penangkapan ikan telah menyebabkan banyak spesies berkurang, termasuk ikan paus, manati, hiu dan kura-kura. Spesies laut yang tanpa sengaja tertangkap jaring kapal penangkap ikan juga merupakan masalah yang penting, laporan tersebut menyebutkan ada 250 spesies yang terancam. Lebih banyak lagi inisiatif baru lainnya, juga dimaksudkan untuk tujuan laporan berikutnya. Ini termasuk program “Penyelamatan Makanan Hasil Laut Kita,” yang meminta juru masak top untuk berjanji menghindari spesies tertentu yang terancam dalam upaya untuk melindungi laut. Daftar ikan Super Hijau juga diperkenalkan, tujuannya adalah memasukkan ekosistem pada pemikiran para pengusaha ikan yang mana juga akan menyehatkan. Daftar Super Hijau ini dikembangkan oleh Harvard School of Public Health (Sekolah Kesehatan Umum Harvard) dan Environmental Defense Fund (Dana Penyelamatan Lingkungan) dan akan diperbarui setiap dua minggu. Daftar itu memasukkan ikan tuna Albacore dari Columbia Inggris, peternakan remis (sejenis kerang), udang merah muda dari Oregon dan penangkapan liar ikan salem di Alaska. Laporan tersebut mengatakan permintaan makanan hasil laut senantiasa bertumbuh, dan pasokan dari peternakan ikan tidak mampu memenuhi kebutuhan. Pada 2009 usaha perikanan untuk kali pertama berperan sebagai sumber makanan yang lebih besar dibandingkan dengan penangkapan liar. “Pemerhati Makanan Hasil Laut Kita berinisiatif menyampaikan persoalan-persoalan paling kritis yang menonjol dalam laporan ‘Keadaan Makanan Hasil Laut’,” kata Direktur Eksekutif akuarium Julie Packard kepada para wartawan di Pusat Ilmu Pengetahuan Kalifornia. “Mereka memberikan setiap orang — dari konsumen, juru masak sampai kepada sebagian besar para pembeli makanan hasil laut — sebagai sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari cara penyelesaian.” Laporan tersebut “akan membantu langkah ini sebagai acuan di mana kita berada dan sebagai peta perjalanan ke mana kita akan pergi,” katanya. (Jack Phillips /The Epoch Times/pls) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Jadwal Sidang Zhao Lianhai Dibatalkan
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Bagian Tubuh Atas Sakit Diobati dengan Bagian Tubuh Bawah
- Polisi Belum Temukan Bom Rakitan Dulmatin
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia




Mozilla Firefox