Home

VIDEO NTDTV

This text will be replaced

 

kabinet-abeJepang - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari Rabu (3/9/2014) mengumumkan kabinet barunya, di antaranya terdapat 5 orang wanita.

Dengan demikian kabinet baru ini menjadi kabinet dengan jumlah anggota wanita terbanyak dalam sejarah Jepang.

Banyak wanita Jepang telah menerima pendidikan yang baik, tetapi mereka selalu terlibat dalam pekerjaan tingkat rendah di tempat kerja. Sejak Abe menjabat Perdana Menteri pada 26 Desember 2012, ia pernah menyinggung soal akan memanfaatkan kemampuan wanita-wanita yang berpendidikan tinggi Jepang untuk merevitalisasi perekonomian negara, mengubah status dengan istilahnya 'ekonomi wanita'.

Namun masyarakat Jepang terus mengecam keras Abe, menganggap Abe selain berjanji akan mengubah masyarakat Jepang yang patriarkal (lebih memberatkan lelaki daripada perempuan) tidak ada lagi usaha Abe yang bersifat substantif.

Lembaga penelitian internasional perusahaan standar tata kelola Governance Metrics International yang berkantor pusat di New York mengatakan, hanya sekitar 1 % wanita yang duduk sebagai dewan perusahaan Jepang, merupakan negara maju di dunia yang beranggotakan dewan perusahaan wanita paling sedikit. Di Amerika jumlahnya mencapai 11.4%, sedangkan Jerman 9%.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengatakan bahwa wanita Jepang yang duduk di parlemen hanya sebanyak 8.1% dari total anggota. Jauh di bawah Amerika yang mencapai 18.3%.

Setelah 1986 Jepang memberlakukan kesamaan hak pria wanita melalui undang-undang, sejak itu lebih banya wanita Jepang yang bekerja di luar rumah walau mereka hanya terlibat dalam pekerjaan administrasi. Dan lebih banyak waktu di tempat kerja untuk menyediakan layanan atau menerima pengunjung. Sekarang meskipun wanita Jepang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan karir, namun masih banyak dari mereka yang menemui kesulitan dalam menentukan pilihan, apakah akan terus bekerja atau memiliki dan merawat anak di rumah.

Untuk mendorong wanita Jepang terus berkarir, Abe pernah berjanji untuk membuka lebih banyak pusat penitipan anak di Jepang.

Perdana Menteri Jepang biasanya akan melakukan reshuffle kabinet untuk mempertahankan kinerja. Akibat keputusan kontroversial Abe beberapa waktu lalu tentang rencana mengubah konstitusi, melepas sebagian pembatasan terhadap militer Jepang, menyebabkan popularitasnya menurun.

New York Times menduga perombakan kabinet Abe dengan memasukkan 5 orang wanita mungkin berkaitan dengan keinginannya untuk mencari dukungan, meraih suara dari pemilih wanita Jepang. Disebutkan bahwa kabinet Abe terdahulu hanya beranggotakan 2 orang wanita.

Salah satu anggota kabinet baru wanita bernama Yuko Obuchi, berusia 40 tahun. Ia adalah putrid dari mantan Perdana Menteri Jepang Keizo Obuchi yang dianggap sebagai seorang bintang yang sedang menanjak, ia di angkat oleh Abe sebagai Menteri Ekonomi dan Industri. Merupakan wanita pertama di Jepang yang menjabat posisi tersebut.

Keempat menteri wanita lainnya adalah Midori Matsushima Menteri Kehakiman Jepang. Sanae Takaichi Menteri Dalam Negeri, Haruko Arimura Menteri Peran Wanita, Eriko Yamatani Menteri Keamanan Nasional merangkap masalah penculikan.

Media Jepang menyebutkan bahwa kabinet Abe sebelumnya telah bertahan selama 617 hari, termasuk kabinet Jepang yang bertahan paling lama setelah perang dunia kedua. (Sinatra/rahmat)

 

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.