| Mimpi : Kado Dari Dunia Atas |
| Era Baru News | Sabtu, 08 Agustus 2009 |
|
Waktu bergulir hingga hari ini, mimpi masih saja adalah sebuah teka teki yang misterius. Barangkali, mimpi adalah sebuah kado yang diberikan pada tengah malam oleh dunia atas untuk mengingatkan manusia akan dunia nan jauh yang telah dilupakan, sekaligus meramalkan masa depan. Kelompok Mimpi Ullman, New York, mengembalikan kuasa pemaknaan mimpi ke pada masing-masing individu yang mendapatkan mimpi. Di dalam proses berbagi, menikmati dan menguraikan makna mimpi, kita akan dapat mencapai jiwa terdalam kita, juga dapat menyentuh areal yang sakral. Barangkali, bagian terunik dari penelitian tentang mimpi pada zaman sekarang ini adalah ia dikembalikan ke posisi sumbernya, dengan menelusuri jejak impian itu, lalu selangkah demi selangkah melihat, dan mengingat balik pada mimpi itu sampai dapat memahami bahwa penjelasan dari mimpi adalah kejujuran yang paling jujur dan ia merupakan ungkapan jiwa, yang dapat membuat kita tergugah kembali dari mimpi panjang yang telah berlangsung terlalu lama ini. Menuju Sanubari TerdalamMemberikan kuasa atas pengendalian sepenuhnya kepada si pemimpi dan menasehati anggota yang membaca impian melakukan penjelasan yang berbeda, profesor Stimson asal New York, memimpin para anggotanya berbagi rasa, menikmati, dan mengurai makna mimpi, untuk kemudian masuk ke taraf jiwa terdalam kita, yang belum kita ketahui, untuk mengenali dan meningkatkan diri kita sendiri. Apakah Anda masih ingat dan mengerti tentang mimpi Anda sendiri? Apakah Anda pernah bersama-sama dengan kawan Anda "menikmati" dan "mengurai makna" mimpi Anda? Ada sejumlah mimpi mungkin bersifat sangat rahasia, tak bisa sembarangan disampaikan kepada orang lain. Tetapi di Taiwan ada sekelompok orang dengan sungguh hati menyikapi mimpi mereka sendiri, dan dari situ belajar dan tumbuh. Ada workshop semacam ini yang dipimpin oleh profesor mimpi asal New York, sekelompok orang yang saling berbagi tentang mimpi mereka, menikmatinya dan memaknai mimpi tersebut, sehingga telah berhasil mengurai banyak kerisauan di dalam jiwa serta menjadi lebih dapat mengenali diri sendiri maupun meningkatkan diri. Pada 21 Juni pagi, kegiatan workshop bulanan tentang mimpi oleh Ullman Dream Group yang dipimpin oleh Profesor William R. Stimson, seperti biasanya, dilangsungkan di Kota Taizhong di kedai teh Wuwei. Profesor Stimson datang ke Taiwan karena Wang Shuyuan yang pernah menuntut ilmu di New York, telah menjadi istrinya. Pernikahan mereka itu juga dikarenakan mereka memiliki kegemaran yang sama tentang mimpi, dan lalu bersama-sama dengan Wang Shuyuan, ia datang ke Taiwan untuk mengajar; pada awalnya di Universitas Teknik Chao Yang, dan dewasa ini di Universitas Ji Nan. Mengurai Arti Mimpi
Bagaimanakah acara kegiatan kelompok mimpi Ullman? Stimson akan mengatakan kepada para peserta, agar pada malam hari sebelum tidur, mereka meletakkan sebuah notes kecil dan pena di tepi ranjang, ketika terbangun hendaknya melakukan pencatatan tentang mimpinya. Ketika datang ke kelompok mimpi, ia akan menjelaskan tentang "aturan" berlangsungnya kegiatan, kemudian meminta dreamer (mereka yang mendapat mimpi) pada hari itu untuk berbagi rasa dengan bebas dan terkendali mengenai suasana mimpinya. Anggota lainnya boleh mencatatnya, dan menganggapnya sebagai mimpi mereka sendiri dan menguraikan maknanya. Dalam proses pembacaan mimpi, harus khusus memperhatikan "perasaan" terhadap suasana mimpi dan mencoba menguraikan "arti tersembunyi" yang disampaikan melalui ungkapan dalam suasana mimpi tersebut. Karena itu seluruh peserta akan mendengarkan berbagai metode pembacaan, akan bisa lebih memahami impian yang dibagi-rasakan pada hari tersebut. Melalui proses ini, semua orang akan memperoleh manfaat darinya. Ciri khas kelompok mimpi Ullman adalah memberikan kepada si pemimpi kuasa penuh. Di dalam kegiatan tersebut tidak dihadirkan pakar sebagai nara sumber, para peserta bisa melakukan penjelasan dan pemaknaan yang beraneka ragam, akhirnya malah akan diperoleh hasil yang optimal. Kelompok mimpi Ullman juga beranggapan bahwa berbagai hal dan materi yang muncul di dalam suasana mimpi, pada pemimpi yang berbeda bisa memiliki makna atau simbol yang berbeda dan bukannya seperti pemahaman mimpi dari aliran Freud, di mana hal tertentu yang muncul dalam mimpi diberikan makna yang tetap. Karena itu di dalam proses pembacaan mimpi, harus kembali ke kehidupan sehari-hari, akhirnya memberi makna dengan menyatukan kehidupan sehari-hari dengan suasana mimpi. Oleh karena itu suasana mimpi adalah refleksi kehidupan sehari-hari, hanya saja dengan cara perwujudan abstrak dan tersembunyi. Berpisah dengan Gangguan Mimpi Buruk5-6 tahun yang lalu guru Ye, yang senantiasa mengikuti workshop yang dipimpin Stimson, yang kala itu adalah rekan kerja Wang Shuyuan di Universitas Teknik Chaoyang mengatakan kepada wartawan, ada seorang pebisnis sukses berusia paruh baya datang mengikuti workshop, oleh karena selama puluhan tahun ia selalu dirisaukan oleh mimpi yang sama, sehingga menjadi kecanduan alkohol. Sesudah mimpinya diuraikan di dalam kelompok tersebut, pada hari itu ketika ia pulang, mimpi tersebut tidak muncul lagi, bersamaan dengan itu kebiasaan buruk minum arak juga sembuh tanpa diobati. Ternyata pebisnis itu yang di dalam mimpi selalu berupaya menghabisi adiknya sendiri, padahal di dalam kehidupan nyata ia bersikap sangat baik terhadap sang adik, konflik kontradiksi seperti ini membuatnya teramat risau. Namun sesudah menguraikan impiannya, Stimson mengingatkannya sebetulnya ia ingin berdekatan dengan ibunya, tapi secara tak sadar ia menganggap adiknya sebagai penghalang, itulah mengapa secara di bawah jiwa sadar telah muncul suasana mimpi ingin membunuh adiknya. Si pengusaha setelah tercerahkan, mimpi buruk yang telah membelenggunya selama sepuluh tahun itu tidak pernah muncul lagi. Kasus mirip seperti hal ini banyak sekali terjadi di dalam workshop Stimson. Workshop yang dipimpin Stimson juga memiliki sebuah ciri khas, yakni seluruhnya dilangsungkan dalam bahasa Inggris. Biasanya guru Cai beranggapan bahasa Inggrisnya kurang baik, akan tetapi karena untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, maka para anggota biasanya bisa menemukan kosa kata bahasa yang dibutuhkan. Aktivitas Stimson bersifat suka rela dan semua kegiatan tidak dipungut biaya, ia bahkan bersama-sama dengan hadirin ikut membiayai minuman di kedai itu. Selain di Kota Taizhong di kedai teh yang indah itu, Stimson juga melaksanakan setiap bulan satu kali kegiatan yang berlangsung satu hari penuh di sebuah kedai teh tertua di Kota Taipei. Di dalam surat undangan yang dikirimkan kepada The Epoch Times mereka menulisnya begini: "Ini adalah sebuah proses yang indah, dapat membuat orang terharu, juga menarik - karena ia membuat kita memahami apa yang terdapat di kedalaman hati sanubari dan mengatakan kepada kita bagaimana mendekat dengan hal-hal yang sakral." Sesudah memahami dengan lebih mendalam cara mengurai mimpi dari pakar peneliti mimpi yang sangat terkenal dewasa ini kami menemukan bahwa dengan memiliki kelompok "mimpi" yang dipimpin Stimson, benar-benar memiliki keberuntungan yang sulit didapatkan masyarakat Taiwan. Bagi peminat bisa mengunjungi situs Stimson, untuk memahami bagaimana melalui mimpi ia menuntun orang-orang setapak demi setapak menyelam ke sanubari terdalam diri sendiri. (Epochtimes/whs) Info lebih lanjut kunjungi website : http://www.billstimson.com/dream_group/the_dream_group.htm |
"Zhuang Zhou bermimpi telah melihat kupu-kupu atau kah si kupu-kupu yang bermimpi ketemu Zhuang Zhou?" Ini adalah pertanyaan bergaya filosofis orang zaman kuno. Dan kini setelah berlalu ribuan tahun (dari pertanyaan tersebut), berbekal teori ilmiah dan penemuan modern, kita melanjutkan mengejar dengan pertanyaan: "Apabila nyata-nyata sebuah impian, saya berada di impian siapa?"
Selain membuka kelas di Universitas Ji Nan, Stimson juga sering menerima undangan ceramah dari berbagai universitas Taiwan, bersamaan itu juga mendirikan workshop mimpi di Taipei dan Taizhong. Tanpa terasa, beberapa tahun telah berlalu, ia dengan gigih dan antusias menyebarluaskan kelompok mimpi Ullman, agar lebih banyak orang lagi melalui pengenalan akan mimpinya sendiri semakin dapat memahami diri sendiri dengan lebih mendalam.

Mozilla Firefox