Kehidupan

Parade yang berjarak tempuh sekitar 4,5 Km ini diikuti berbagai elemen pemerintah, sekolah dan masyarakat.

Parade atau karnaval ini bertujuan meningkatkan kebersamaan dalam membangun masyarakat Amlapura.

Diantara 32 kontingen yang ikut memeriahkan karnaval ini, tampak berpartisipasi barisan seni Falun Dafa.

Bapak Ir. Gede Ngurah Yudiantara, M.M, selaku Kadis Kominfo Kabupaten Karangasem yang sekaligus sebagai ketua panitia penyelenggara karnaval, menyambut baik grup dari Falun Dafa ini.

 “Saya dengar Falun Dafa cukup unik, memiliki aktifitas Drumband yang bagus yang saya lihat videonya kemarin, jadi kami harap bisa ikut berpartisipasi. Terlepas dari mana asalnya, ini adalah partisipasi dari semua unsur, kami sangat-sangat respon dan sangat appreciate sekali, lebih-lebih bersifat atraktif, ada atraktifnya jadi masyarakat kami bisa menikmati kemampuan drumband, kesenian dari Falun Dafa misalnya, itu kami sangat harapkan sebetulnya,” katanya.

Falun Dafa atau yang disebut juga Falun Gong adalah metode kultivasi atau penempaan jiwa dan raga yang didirikan oleh Mr.Li Hongzhi pada tahun 1992 di Tiongkok yang kemudian menyebar ke berbagai negara. Dikabarkan latihan ini sudah tersebar dilebih dari 114 negara dan terbukti memberikan manfaat kesehatan kepada jutaan masyarakat dunia.

Menurut koordinator Falun Dafa, Bapak I Pt Sudarma, keikutsertaan Barisan Falun Dafa sangat baik untuk memperkenalkan latihan meditasi ini ke masyarakat luas.

“Tentunya ini adalah suatu hal yang baik untuk membangun kesehatan seluruh warga Indonesia. Dari Falun Dafa juga mempersembahkan tim genderang dan Marching Band, juga mobil hias, tentunya ini merupakan kesempatan yang sangat baik sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat kota Amblapura khususnya, dan seluruh Bali pada umumnya.”

Barisan terdepan dari Falun Dafa adalah Marching Band Tian Guo Indonesia. Kemudian disusul mobil hias dengan peragaan metode latihan Falun Dafa. Penari dari praktisi cilik pun tidak ketinggalan.... Dibelakang penari cilik terlihat barisan umbul-umbul lambang dari Falun Dafa, yang kemudian ditutup dengan barisan Genderang Pinggang, salah satu ciri khas kebudayaan Tiongkok kuno. (Erabaru/Sun)

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.