| Kisah Kultivasi Keluarga Petani |
| Era Baru News | Kamis, 19 November 2009 |
![]() Pada dinding ruangan sebuah keluarga petani di dusun Yu Dong, Tiongkok, tergantung sebuah lukisan dengan tulisan “Keluarga yang Beruntung”, dengan latar belakang sebuah motor gerobak yang penuh dengan muatan kacang polong dan foto keluarga yang terdiri dari 6 orang tua dan muda sedang tertawa dengan wajah riang gembira. Semua orang di dusun itu tahu bahwa dibalik lukisan ini tersebar sebuah kisah nyata yang sangat menarik. Dahulu antara mertua dan menantu dalam keluarga ini saling bermusuhan. Walaupun mereka tinggal di satu atap dan kelihatannya sangat akur, akan tetapi ketika mertuanya ulang tahun, sang menantu justru pulang ke rumah keluarganya. Dan begitu sebaliknya ketika menantunya ulang tahun, sang mertua justru pergi jalan-jalan sendiri. Karena perasaan kesal diantara mereka telah membuat sang mertua menderita sesak nafas dan perut kembung, sebaliknya sang menantu mendapat benjolan pada payudaranya. Keadaan ini membuat posisi Liu Gen, sebagai anak maupun suami semakin terjepit. Beberapa tahun yang lalu, sang menantu ikut kultivasi Falun Gong. Kekesalan yang ditumpuknya selama bertahun-tahun sirna bagai ditiup awan. Dengan inisiatif sendiri dia meminta maaf dan berbaikan dengan mertuanya. Dan tidak lama kemudian sang mertua juga ikut menjadi praktisi Falun Dafa (Falun Gong). Penyakit mereka berdua juga telah hilang. Mereka belajar dan bekerja bersama, membuat suasana di keluarga menjadi damai dan penuh belas kasih. Orang-orang di dusun itu kaget dan terkagum dengan keajaiban Falun Gong, sehingga puluhan orang dusun berdatangan untuk ikut bergabung mendapatkan Dafa. Pada tanggal 14 Agustus tahun lalu, mereka berdua pergi ke ladang untuk memanen kacang polong. Ladang seluas 2 mu (sekitar 0,13 hektar) itu dipanen sampai jam 4 sore dan sesudah itu Liu Gen datang dengan mengendarai motor gerobaknya. Menjelang hari gelap gerobak baru selesai diisi penuh. Sang menantu terlebih dahulu naik sepeda pulang untuk memasak, sedangkan Liu Gen mengangkat ibunya duduk diatas gerobak kemudian menyalakan mesin dan mulai menjalankan motornya. Jarak ke rumah sejauh 3 li (1,5 km) tanpa terasa sudah dilalui, ketika sampai di rumah, Liu Gen memanggil ibunya tetapi tidak ada yang menyahut. Dia melihat ke belakang dan tidak terlihat bayangan ibunya. Liu Gen kaget bukan kepalang dan cepat-cepat memanggil istrinya untuk bersama-sama menyusuri jalan dan berteriak memanggil ibunya. Setelah keluar dari dusun mereka melihat ibunya sedang ngobrol dengan bibi kedua. Begitu melihat ibunya, kedua suami istri itu langsung memegang tangannya erat-erat sambil bertanya, “Apakah ibu terluka?” Ibunya berkata,”Saya sudah belajar Falun Dafa, ada Guru yang menjagaku. Jika tidak, kalau bukan mati terjatuh pasti sudah cacat. Waktu terjatuh dari gerobak seperti ada yang menahan tubuhku dari bawah, pelan-pelan turun tanah dengan empuk, sama sekali tidak terasa sakit. Setelah bangun aku melihat bibimu pulang dari ladang dan kita berdua berjalan kaki pulang.” Setelah makan malam, Liu Gen dan istrinya duduk di dalam ruangan ngobrol sambil menikmati bulan. Istrinya menyarankan besok adalah festival Zhong qiu (festival bulan), yang juga adalah ulang tahun mertuanya yang ke 56, agar dibuatkan beberapa macam masakan untuk merayakannya. Liu Gen yang juga mempunyai pemikiran demikian, begitu mendengar kata-kata itu hatinya langsung meluap dengan gembira. Dengan cepat dia menjawab, “Cocok sekali! Baik! Aku kira motor gerobak jangan dipindahkan dulu, biar besok kita sekeluarga foto dengan gerobak ini, untuk kenang-kenangan biar anak cucu kita bisa selamanya mengingat budi baik Guru. Ingat Dafa Baik.” Pagi-pagi keesokan harinya mereka berdua pergi ke kota untuk membeli sekeranjang sayur dan kue ulang tahun, juga ke studio foto memanggil juru foto. Dengan demikian telah meninggalkan sebuah foto “keberuntungan sekeluarga” yang berharga di festival Zhong Qiu. (praktisi Dafa Tiongkok/minghui.net/kiau)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Penemuan Pertama Kepala Abydosaurus
- Hadapi Teroris, TNI Polri Selalu Siaga
- Alonso Menang di Grand Prix Formula 1 Bahrain
- Merokok Menyebabkan PMS Berat
- Menggunakan Kata Kiasan Melewati Sensor Internet China
- Pengacara HAM Ungkap “Perampasan Organ” di China
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Tuan Qin yang Gemar Barang Antik
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Heru Kuncoro Hadir di Pemakaman Dulmatin
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat




Mozilla Firefox