Kehidupan

Solusi damai itu, merepresentasikan kemenangan bagi tiga pihak, yakni Rusia, pemerintah Assad, dan AS. Bagi Rusia menunjukkan ke dunia luar dukungannya terhadap pemerintah Assad. Bagi rezim Assad menghindari penyerangan langsung yang berpotensi menghancurkan. Sedangkan Obama berhasil mengembalikan prestisenya, paling tidak mengurangi karena penggunaan kekuatan terhadap Suriah kemungkinan akan menurunkan pamornya di mata publik.

Apakah ini memang benar? Walaupun krisis Suriah dengan cara damai dapat sementara mereda , tapi bahaya nyata dari situasi di Suriah secara mendasar belum diselesaikan.  Menanggapi krisis Suriah, tanggapan masyarakat internasional dan pemerintah berbagai negara, menampakkan munculnya krisis global dalam krisis Suriah.

Alasan penyebab krisis di Suriah sangat kompleks. Di antaranya ada kekuatan yang di milikiki pihak Rusia dan Amerika Serikat, antara agama dan agama, dunia Islam dan Israel, konflik antara faksi-faksi dalam internal agama serta demokratis dan otoriter, konflik radikalisasi Islam sekuler dan modern. Faktor-faktor rumit terjalin bersama-sama, ditambah lagi dengan lokasi geografis Suriah yang unik dan sejarah agama, sehingga membuat penyelesaian krisis di Suriah menjadi sangat sulit.

Setelah krisis Suriah terjadi, kinerja masing-masing pemerintah negara yang terkait, telah menampakkan  ke dunia luar wajah masyarakat mereka sekarang ini ketika menghadapi krisis.

Pemerintah Obama menghadapi sekuler diktator dalam membantai perilaku masyarakat Islam Suriah, masuk ke dalam posisi dilemma. Di satu sisi dalam menghadapi perilaku menerobos ambang batas moral kemanusiaan.  Jika Amerika Serikat tidak bertindak dan tidak berdaya, maka akan mempengaruhi citra nasional AS dan posisinya di masyarakat internasional. Di sisi lain kebanyakan orang Amerika tidak ingin Amerika Serikat terlibat dalam peperangan lain.

Pada awalnya dalam menghindari keterlibatan perang di Suriah, Obama menyatakan bahwa jika rezim Assad menggunakan senjata kimia di luar garis merah, Amerika Serikat akan menggunakan aksi militer. Ironisnya “garis merah internasional" ini telah menjadi alasan bagi Amerika Serikat harus menggunakan kekerasan.

Rusia tidak memiliki pangkalan militer di Suriah. Suriah juga merupakan eksportir senjata terbesar Rusia, juga adalah aliansi Rusia untuk melawan Amerika Serikat. Kepentingan besar yang tak terhindarkan membuat Rusia sepenuhnya mendukung rezim Assad. Tentang  pembantaian ratusan ribu warga sipil dan penggunaan senjata kimia untuk membunuh anak-anak oleh rezim Assad, Rusia menampiknya.

Rezim Komunis China tidak banyak memiliki masalah kepentingan ekonomi dan politik internasional terhadap masalah Rezim Suriah. Seperti biasa, Komunis China ikuti mendukung Rusia rezim Assad, alasannya sangat sederhana, hanya berdasar pada rasa takut terhadap kebebasan dan demokrasi, anti Amerikanisme dan reaksi dari hakikinya yang sama dengan rezim kediktatoran.

Liga Amerika yang mendukung penggunaan kekuatan senjata terhadap rezim Assad, dan beberapa negara yang melawan penggunaan kekuatan senjata, dalam menghadapi krisis di Suriah masing-masing telah merespon. Secara keseluruhan dapat dilihat semua adalah meletakkan dasar pertimbangan kepentingan nasional, kepentingan partai dan kepentingan pribadi sebagai yang utama. Sedangkan hal-hal tentang nilai-nilai universal, hak asasi manusia, kebebasan, moralitas dan faktor lain telah diletakkan di belakang kepentingan atau bahkan diabaikan.

Ini sebenarnya adalah krisis global di bawah krisis Suriah. Misalnya tentang Amerika Serikat sebagai contoh.
Amerika Serikat dapat menjadi negara adikuasa di dunia dalam hal kekuatan politik , ekonomi dan militer, tidak hanya tercermin dalam tingkat materi. Akan tetapi lebih karena sejak berdirinya Amerika Serikat yang selalu berpegang pada "cita-cita nasional" dengan hak asasi manusia dan semangat kebebasan sebagai cita-cita nasional dan kepentingan mendasar. Karena "cita-cita nasional" inilah yang membentuk kemuliaan dan kecemerlangan Amerika Serikat.

Sering sekali dalam sejarah, Amerika Serikat demi "negara ideal" ini bahkan meninggalkan "kepentingan nasional" , dunia bisa merasakan pemerintah AS demi menegakkan keadilan internasional dan mempertahankan moralitas dunia, mendukung masyarakat internasional dalam aspek gerakan dan usahanya untuk mengejar kebebasan.
Namun, memasuki zaman modern, terutama dua dekade terakhir, dari permukaan dapat dilihat, dunia dan Amerika Serikat semua terjebak dalam krisis ekonomi dan tidak mampu melepaskan diri, menghidupkan kembali perekonomian, demi kepentingan besar tampaknya tidak dapat disalahkan.

Namun, orang-orang  telah mengabaikan, justru karena pemerintah Amerika modern telah kehilangan filosofi dari para pendiri Amerika, meninggalkan prinsip-prinsip moral dan prinsip kehidupan dari negara Amerika. Sebaliknya, kepentingan moralitas dan keadilan diganti dengan kepentingan kelompok bisnis, kepentingan telah mengendalikan moralitas penguasa negara, dan memanipulasi cita-cita nasional.

Dengan demikian negara-negara yang dibantu Amerika Serikat ketika diinvasi Perang Dunia Kedua,  dedikasi tanpa pamrih dalam membantu penderitaan rakyat melawan ideologi komunis perjuangan perbudakan, semua telah lenyap. Kemegahan dan kemuliaan dari Amerika Serikat sedang suram.

Bahkan dalam hadapan kesempatan baik untuk mengakhiri ancaman besar dunia yang timbulkan oleh rezim diktator komunis China, demi kepentingan jangka pendek hingga ragu-ragu . Ini juga penyebab pemerintah AS sekarang ini dilema dalam menghadapi krisis Suriah.

Krisis global yang tertampak dalam krisis Suriah kini semakin meningkat. Menghadapi krisis global ini, umat manusia harus berpikir ulang. Itu memerlukan sebuah dorongan dan pemurnian secara menyeluruh dari aspek lubuk hati umat manusia, budaya dan moral,  agar perkembangan umat manusia kembali ke jalur yang lurus. (djy/lim/mat)

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.