Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Niat Baik Menyehatkan Tubuh
Niat Baik Menyehatkan Tubuh
Erabaru News

Ilmu pengetahuan menemukan bahwa manusia pada saat sedang berpikiran positif-optimis dan berpikiran negatif-pesimis, sistem saraf yang digunakan adalah berlawanan. Dengan kata lain: Apabila pikiran seseorang dalam kondisi optimistis, ramah, bersyukur dan bertoleransi, maka sistem saraf pemikiran positif dalam otak manusia itu akan berperan. Sebaliknya, ketika hati seseorang penuh dengan kebencian, sedih, murung, takut dan iri hati, maka sistem saraf pemikiran negatif yang berperan. Oleh karena itu, seorang yang berhati ramah dan optimistis, maka perbandingan aktivasi sistem saraf pemikiran positif itu lebih tinggi. Tapi sebaliknya jika seseorang sering merasa iri hati dan curiga, maka sistem saraf pemikiran negatifnya akan berubah menjadi sangat maju.


Karena seseorang yang optimistis sering menggunakan sistem saraf pemikiran positif, jadi sering mengeluarkan zat kimia saraf yang membuat sel menjadi sehat, sehingga dapat dimaklumi bahwa penemuan riset ilmiah tentang orang yang optimis itu tidak mudah sakit. Sebaliknya kalau seseorang terbiasa dengan perasaan pesimistis dan kebencian, maka tidak saja sistem sarafnya akan senantiasa menggunakan saraf pemikiran negatif dan membuatnya menjadi semakin pesimis saja, dan secara terus-menerus mengeluarkan zat kimia saraf yang membuat selnya layu dan mati.


Ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan masih menemukan bahwa sistem kekebalan dan sistem saraf saling berkaitan satu sama lain. Tak sulit untuk dibayangkan bahwa ketika sistem saraf pemikiran positif mengeluarkan zat kimia saraf yang akan menyehatkan pertumbuhan sel, maka sistem antibodi manusia akan mengeluarkan lebih banyak lagi sel antibodi yang sehat, tentu saja lebih berdaya tahan terhadap bakteri atau virus yang datang dari luar, manusia pun tidak mudah terserang penyakit.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, sudah banyak orang tidak terkena penyakit lagi karena latihan kultivasi. Sebab pola pemikiran seorang kultivator itu sangat positif; tidak boleh berperasaan iri hati, segala sesuatu harus memprioritaskan pada kepentingan orang lain, tidak egois, harus sabar jika berhadapan dengan hal yang tidak adil atau aib, walau melakukan apa pun harus berdasarkan (sejati, baik, dan sabar) dan sebagainya. Jadi bisa menjaga perasaan ramah dan belas kasih pada waktu yang lebih banyak lagi, saraf pemikiran positif selalu dihidupkan, lama kelamaan, tubuh pun akan semakin menjadi sehat, sistem kekebalan tubuh akan semakin kuat, tentu saja tidak gampang terkena penyakit.

Belakangan ini muncul beraneka ragam penyakit aneh, sangat mungkin disebabkan oleh semakin merosotnya akhlak, banyak penyakit disebabkan oleh sel di tubuhnya itu memang sudah tidak sehat sehingga menjadi susah diobati. Latihan kultivasi mengutamakan moral, ia dapat membangkitkan kembali niat baik manusia, dan supaya orang mendapatkan imbalan kebahagiaan dengan tanpa terhinggapnya penyakit, jika dijelaskan oleh sedikit penemuan ilmiah sekarang adalah sangat-sangat masuk akal.(erabaru.net)*

 

 

Bagikan halaman ini ke :

| |

Cari Artikel di Era Baru :

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?

Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!