| Niat Baik Menyehatkan Tubuh |
| Erabaru News |
|
Ilmu pengetahuan menemukan bahwa manusia pada saat sedang berpikiran positif-optimis dan berpikiran negatif-pesimis, sistem saraf yang digunakan adalah berlawanan. Dengan kata lain: Apabila pikiran seseorang dalam kondisi optimistis, ramah, bersyukur dan bertoleransi, maka sistem saraf pemikiran positif dalam otak manusia itu akan berperan. Sebaliknya, ketika hati seseorang penuh dengan kebencian, sedih, murung, takut dan iri hati, maka sistem saraf pemikiran negatif yang berperan. Oleh karena itu, seorang yang berhati ramah dan optimistis, maka perbandingan aktivasi sistem saraf pemikiran positif itu lebih tinggi. Tapi sebaliknya jika seseorang sering merasa iri hati dan curiga, maka sistem saraf pemikiran negatifnya akan berubah menjadi sangat maju.
Dalam tahun-tahun belakangan ini, sudah banyak orang tidak terkena penyakit lagi karena latihan kultivasi. Sebab pola pemikiran seorang kultivator itu sangat positif; tidak boleh berperasaan iri hati, segala sesuatu harus memprioritaskan pada kepentingan orang lain, tidak egois, harus sabar jika berhadapan dengan hal yang tidak adil atau aib, walau melakukan apa pun harus berdasarkan (sejati, baik, dan sabar) dan sebagainya. Jadi bisa menjaga perasaan ramah dan belas kasih pada waktu yang lebih banyak lagi, saraf pemikiran positif selalu dihidupkan, lama kelamaan, tubuh pun akan semakin menjadi sehat, sistem kekebalan tubuh akan semakin kuat, tentu saja tidak gampang terkena penyakit. Belakangan ini muncul beraneka ragam penyakit aneh, sangat mungkin disebabkan oleh semakin merosotnya akhlak, banyak penyakit disebabkan oleh sel di tubuhnya itu memang sudah tidak sehat sehingga menjadi susah diobati. Latihan kultivasi mengutamakan moral, ia dapat membangkitkan kembali niat baik manusia, dan supaya orang mendapatkan imbalan kebahagiaan dengan tanpa terhinggapnya penyakit, jika dijelaskan oleh sedikit penemuan ilmiah sekarang adalah sangat-sangat masuk akal.(erabaru.net)*
|


Mozilla Firefox