Kesehatan

Gelombang tinggi menerjang pantai China, lebih dari 200 penerbangan dibatalkan dari bandara Shanghai, 20.000 perahu nelayan diperintahkan untuk tetap berada di dermaga dan 600.000 orang dievakuasi dari pantai.

Dalam rangka untuk menenangkan kekhawatiran penumpang, para pejabat kereta api China mengatakan bahwa kereta api berkecepatan tinggi akan dihentikan jika kecepatan angin naik di atas 80 km/jam. Sementara itu, dua jembatan sepanjang pantai ditutup.

Media resmi China mengungkapkan kekhawatiran bahwa badai akan menyebabkan kerusakan seperti topan Saomai pada tahun 2006, yang menewaskan setidaknya 450 orang.

Ada juga kekhawatiran atas rapuhnya kaca-kaca di 5.000 gedung pencakar langit Shanghai, mengingat kejadian pada musim panas jendela kaca melonggar dan jatuh menimpa orang di bawah.

Namun, menjelang siang, badai tampaknya telah melanda Shanghai dan menyebabkan kerusakan kecil. Dua wilayah kota dilaporkan mati listrik, tetapi tidak ada yang terluka. Satu orang hilang di provinsi tetangga Zhejiang saat perahu tenggelam.

"Ini tidak merasa seperti topan sama sekali," kata Li Hongjun (29), seorang pengunjung dari provinsi Shaanxi. "Angin ini cukup normal, saya pikir topan akan lebih kencang dan tidak akan ada seorangpun berjalan di jalanan."

Di Yuyuan, kota tua Shanghai, hujan terus mengguyur sehingga jumlah wisatawan menurun, tapi banyak toko tetap buka. Toko payung milik Zhu Peinian (58) penjualannya menurun.

"Mereka memberitahu kami bahwa jika topan menguat, kami harus menutup toko kami dan istirahat selama beberapa hari. Tapi kami tetap buka karena peringatan sudah berakhir," katanya.

Pekan lalu, Topan Muifa menewaskan empat orang di Filipina meskipun itu tidak sampai melanda Daratan. Badai menyebabkan pemadaman listrik dan cedera saat melewati pulau selatan Okinawa Jepang pada Jumat (5/8) dan melewati bagian utara Taiwan dengan hujan ringan dan angin moderat.

Agen Berita Jepang Kyodo mengatakan topan menyebabkan 27 orang luka-luka di Okinawa dan aliran lstrik 60.000 rumah putus. (telegraph/man)

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.