| Depresi saat Hamil Berdampak pada Anak | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Era Baru News |
| Jumat, 26 Agustus 2011 12:55 |
|
Hal ini terutama terlihat semakin jelas pada anak-anak yang tumbuh di kota besar. Tidak hanya itu, bagi mereka yang memiliki sifat membangkang dimasa remajanya, pada masa mengandung juga akan lebih mudah mengalami depresi. Menurut berita di situs “Science Daily”, riset gabungan tiga perguruan tinggi di Inggris ini telah melakukan observasi terhadap 120 orang remaja Inggris yang tinggal di pusat kota. Para peneliti mengamati pengaruh depresi yang timbul pada ibu hamil terhadap anak-anak. Saat para remaja ini masih di dalam kandungan, para peneliti melakukan penelitian terhadap ibu mereka, lengkap dengan serangkaian wawancara dan pengamatan lanjutan setelah anak lahir pada usia 4 tahun, 11 tahun, dan 16 tahun. Riset mendapatkan, jika dimasa kehamilan seorang ibu mengalami depresi, maka anak remaja mereka (16 tahun) akan memiliki sikap membangkang 4 kali lipat lebih besar dibandingkan anak-anak lainnya. Ini berlaku baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Profesor Dale F. Hay dari Fakultas Psikologi di Cardiff University yang turut serta dalam penelitian ini menyatakan, “Depresi dimasa kehamilan tidak hanya mempengaruhi anak, juga mungkin akan mempengaruhi janin yang belum lahir.” Para remaja yang bersifat membangkang ini di kemudian hari juga cenderung mengalami depresi. Selain tanda-tanda depresi di masa kehamilan yang dapat mengakibatkan kecenderungan bersikap membangkang pada anak, tidak ada unsur eksternal lainnya yang memiliki korelasi dengan sikap membangkang, seperti lingkungan keluarga, status sosial, suku bangsa, struktur keluarga, usia, tingkat pendidikan, pernikahan, IQ atau rasa frustasi akibat kegagalan dan lain-lain. Saat ini belum dapat dijelaskan mengapa depresi dapat mempengaruhi sikap membangkang anak, namun hasil riset kami merekomendasikan, tekanan jangka panjang mungkin dapat mengakibatkan depresi di masa kehamilan, dan depresi yang terjadi ini mungkin akan berpengaruh terhadap bayi yang dikandung.
Bagi perempuan yang memiliki tanda-tanda semacam ini, tidak ada salahnya mengonsultasikan kondisi ini dengan pakar untuk memperbaiki kondisi.” (Huang Benzhen/Epochtimes/lie) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Kontrak Satelit Broadcaster Independen China Diperbaharui
- Banjir Menewaskan 23 Orang di India Utara
- Kondisi Mandela Semakin Membaik
- Harga BBM Resmi Naik
- Apakah Pikiran Kita Memiliki kekuatan untuk Mempengaruhi Realitas?
- Kekuatan Moral Terbesar dan Terkuat
- Bawang Putih: Antibiotik Alami
- Pakaian Tradisional Tiongkok berbeda dengan Pakaian Barat
- Harga BBM Resmi Naik
- Peluang Usaha Budidaya Udang Cantik
- Para Aktivis Anti Korupsi di China Ditahan
- Bawang Putih: Antibiotik Alami
- 'PRJ' Monas Digelar Tiga Hari Gratis
- Bomber Jerman Perang Dunia II Dipulihkan dari Perairan Inggris
- Apakah Pikiran Kita Memiliki kekuatan untuk Mempengaruhi Realitas?
- Banner Perjuangan Muncul di jalan-jalan di Hongkong
Dalam riset terbaru disebutkan, rasa depresi selama masa mengandung akan terefleksi pada sikap anak yang membangkang dikemudian hari.



Mozilla Firefox