Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Efek Penyembuhan Falun Dafa dari Kacamata Kedokteran Tionghoa (Bag.1)
Efek Penyembuhan Falun Dafa dari Kacamata Kedokteran Tionghoa (Bag.1)
Ditulis oleh Xiao Jingru Rabu, 09 November 2011

alt

Kedokteran tradisional Tiongkok beranggapan: orang bisa sakit dikarenakan 3 hal, yakni faktor dari luar, faktor dari dalam, dan faktor bukan dari luar maupun dalam.

Faktor dari luar ialah: angin, hawa dingin, hawa panas, lembab, kering, api/ panas; faktor dari dalam ialah 7 Qing (baca: Jhing, perasaan atau emosi) yakni: gembira, marah, cemas, kepikiran, sedih, takut, dan terkejut; yang termasuk faktor bukan dari luar atau dalam ialah: makanan dan kebiasaan gaya hidup.

Apa kaitannya berlatih Falun Dafa dengan faktor tersebut sehingga dapat mencapai efek penyembuhan dan panjang umur?

Falun Gong disebut juga Falun Dafa merupakan metode kultivasi (melalui pengolahan jiwa dan perbaikan sifat menuju kesempurnaan) tingkat tinggi dengan “Sejati - Baik - Sabar”, karakter tertinggi alam semesta sebagai pedoman, sekaligus berkultivasi jiwa dan raga.

Berkultivasi jiwa berarti berkultivasi “sifat dan hati”, dengan “Sejati – Baik - Sabar” sebagai pedoman kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas moral, berkultivasi “raga” bermakna melalui 5 perangkat latihan untuk menghalau penyakit dan menyehatkan tubuh serta memelihara kesehatan sehingga panjang umur.

Sejak Falun Dafa dipublikasikan ke masyarakat pada Mei 1992, telah menyedot jutaan para peminat di seluruh dunia. Tua-muda, laki-perempuan, dari suku-bangsa apapun, asalkan dengan teguh berkultivasi hati dan menempa diri semuanya telah memperoleh manfaat luar biasa.

Terhadap kontribusi yang dilakukan guru Li Hongzhi dan Falun Dafa terhadap kesehatan jiwa dan raga umat manusia, beberapa tahun belakangan ini masyarakat internasional telah menganugerahkan 1.684 penghargaan dan 314 resolusi dukungan serta 1.154 surat dukungan. Hingga kini Falun Dafa telah tersebar di 110 lebih negara dan wilayah dan memperoleh rasa hormat serta simpati dari rakyat di berbagai belahan dunia.        

Latihan Falun Dafa di berbagai belahan duniaPada 1998, agar selaras dengan survei dan pekerjaan pelaporan Komisi Olahraga Negara terhadap berbagai aliran Qigong (baca: Jikung, ilmu senam pernafasan/meditasi), di kota Beijing, kota Wuhan, wilayah Dalian, Provinsi Guangdong dan daerah-daerah lainnya (seperti Nanchang, Guangxi, Anhui dan lainnya), masing-masing diorganisir oleh kalangan ilmu kedokteran setempat, telah diadakan survei medis awal terhadap para praktisi Falun Gong di tempat latihan lokal.

Hasil akhir menunjukkan: Para praktisi yang sebelumnya mengidap penyakit telah sembuh dan tingkat pemulihan kesehatan secara mendasar mencapai 70% lebih, sedangkan efektifitas penghalauan penyakit dan penyehatan tubuh mencapai 98% lebih.  

Mengapa Falun Gong mempunyai efektifitas yang sedemikian bagus? Dari prinsip penyembuhan penyakit ala kedokteran tradisional Tiongkok, tidaklah sulit untuk memahami mukjizat Falun Gong dalam hal penghalauan penyakit dan menyehatkan tubuh ini.

Kedokteran tradisional Tiongkok beranggapan: orang bisa sakit dikarenakan 3 hal, yakni faktor dari luar, faktor dari dalam, dan faktor bukan dari luar maupun dalam. Faktor dari luar ialah: angin, hawa dingin, hawa panas, lembab, kering, api/panas; faktor dari dalam ialah 7 Qing (baca: Jhing, perasaan atau emosi) yakni: gembira, marah, cemas, kepikiran, sedih, takut, dan terkejut; yang termasuk faktor bukan dari luar atau dalam ialah: makanan dan kebiasaan gaya hidup.

Kedokteran Tiongkok beranggapan ketika kondisi tubuh seseorang yang tentram dan damai terganggu, maka bakteri dan virus yang berada di dalam tubuh manusia dapat berubah menjadi faktor penyebab penyakit (patogen).

Pemikiran mendasar kedokteran Tiongkok ialah: saat hati dan tubuh Anda berada dalam kondisi tentram dan damai, pada kondisi yang bagus ini,  hakikatnya manusia masih bisa hidup berdampingan secara damai dengan bakteri dan virus. Namun  ketika tubuh seseorang mengalami gangguan dari luar oleh angin-dingin-panas-lembab-kering-api, dan dari dalam hatinya mengalami 7 Qing, maka kondisi prima dari tubuh manusia tersebut telah dirusak. Saat itu bakteri dan virus dapat menemukan lingkungan dalam tubuh yang memungkinkannya berkembang-biak. Berawal dari sini bakteri dan virus berubah menjadi faktor patogen.

Pengobatan tradisional Tiongkok bukan menangani gejala penyakit yang timbul melainkan benar-benar menyembuhkan manusianya melalui resep herbal seperti akar-akaran, kulit pepohonan, dan bahan lainnya yang direbus bersama. Dengan kata lain memanfaatkan sifat alami obat herbal (baik dingin, panas, pedas dll) untuk mengoreksi kecenderungan tubuh seseorang. Dengan mengoreksi kondisi internal tubuh yang terganggu, maka faktor penyebab penyakit tidak lagi menemukan kondisi ideal untuk berkembang biak.

Kemudian mereka akan menyusut dari 1.000 menjadi 100 buah, dari 100 menjadi 10 buah. Pada kondisi ini tubuh seseorang mulai hidup berdampingan secara damai bersama bakteri atau virus. Begitulah pemahaman prinsip kedokteran Tiongkok terhadap penyakit, juga merupakan cara penanganan penting di dalam proses penyembuhan penyakit dalam pengobatan tradisional Tiongkok. 

Untuk mengoreksi kondisi tidak tentram dan damai dari tubuh seseorang yang telah terganggu, bersama dengan penanganan melalui ramuan herbal dan tusuk jarum, dalam terapinya, sinshe tradisional Tiongkok menambahkan penyelarasan terhadap sisi spiritual manusia. Pertama-tama, sinshe mengingatkan pasien harus mengendalikan nafsu keinginan diri sendiri. Menurut teori ilmu kedokteran Tiongkok, impuls seksual dan promiskuitas seksual, dapat melukai sari pati Yin seseorang, sehingga mengakibatkan bermacam-macam penyakit. Dari titik tolak inilah timbul beraneka ragam penyakit. Misalnya diabetes, stroke, uremia, patah tulang dan sebagainya. 

Faktor dari luar ialah: angin, hawa dingin, hawa panas, lembab, kering, api atau panas; faktor dari dalam ialah 7 Qing (perasaan atau emosi) yakni: gembira, marah, cemas, kepikiran, sedih, takut, dan terkejut; yang termasuk faktor bukan dari luar atau dalam ialah: makanan dan kebiasaan gaya hidup.

Kedua, sesuai dengan pedoman perilaku seorang manusia oleh Konfusius yakni: “Kebajikan, kebenaran,  kesopanan,  kebijaksanaan dan kepercayaan”. Karakter seseorang mutlak harus diperbaiki. Dimulai dari berbakti kepada orang tua. Tubuh manusia bagaikan sebuah alam semesta kecil, jika langit mempunyai 5 Qi (energi vital) dan bumi mempunyai 5 unsur (tanah, air, api, kayu, logam), maka manusia memiliki 5 Zhi yakni gembira, marah, cemas, kekuatiran, takut serta 5 organ dalam yang saling berpadanan.

Itulah sebabnya ilmu kedokteran Tiongkok beranggapan: lima hal “Kebajikan, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan dan kepercayaan” ini saling berpadanan dengan lima organ dalam tubuh manusia. Dengan lain kata jika dalam melakukan sesuatu tidak disesuaikan dengan lima hal tersebut maka sistem organ dalam tubuh manusia dapat muncul penyakit yang sepadan. 

Diantaranya, “Ren atau kebajikan” berpadanan dengan sistem organ hati, yang merupakan unsur kayu dari lima unsur, berpadanan dengan musim semi. Berpadanan dengan kondisi psikologis seseorang yakni mengasihi sesama manusia. Sama dengan welas asih dan ramah serta bisa berempati terhadap orang lain.

Langit memiliki rahmat mencintai ‘kehidupan’, yang dimaksud dengan ‘kehidupan’ di sini ialah mengasihi manusia atau disebut kebajikan. Maka, pada hakekatnya pemeliharaan kesehatan ialah pengasuhan hati yang penuh kebajikan. Berbuat kebajikan dapat menyehatkan hati, orang yang bertindak secara bajik, sirkulasi darah hati mengalir lancar, Qi-meridian pun dalam kondisi prima, maka tentu saja panjang umur.  

Contoh lain, orang yang rabun (Myopia), kebanyakan berkarakter keras, mau menang sendiri dan tidak rela kekurangan diri sendiri dikatakan orang lain, “lebih baik tubuh mengalami penderitaan daripada muka memerah dikritik orang.” Mengerjakan sesuatu berusaha sekuat tenaga melebihi orang lain. Orang semacam ini terlalu mengutamakan perasaan sendiri, maka ia tidak mudah menyelami apa yang dirasakan orang lain. Ia akan kekurangan rasa kasih terhadap orang lain, mudah menimbulkan ego dan tidak dapat berbakti kepada orang tua secara maksimal.

Karena itulah pada umumnya meridian hatinya mudah terluka. Berhubung mata adalah cermin dari organ hati, maka orang semacam ini mudah terkena penyakit rabun. Sinshe Tiongkok menerapkan prinsip semacam ini dalam uji klinis dan memperoleh hasil terapi yang memuaskan. 

“Yi atau kebenaran” berpadanan dengan Qi paru-paru. Kebalikan dari Yi ialah ”ekstrem”. Yi juga berpadanan dengan saripati, yang di dalam kebudayaan tradisional Tiongkok kuno, saripati bermakna mengumpulkan, adalah musim gugur. Sedangkan pada musim gugur daun-daun betebaran dimana-mana, langit dan bumi dipenuhi oleh Qi pembasmi, maka dikatakan orang yang Qi logamnya luar biasa subur, Qi pembasminya juga luar biasa berat. Diterjemahkan dengan bahasa modern, orang tersebut sangat suka mengorek kelemahan orang lain. Ia akan sangat mudah terkena penyakit yang berhubungan dengan logam, terkena penyakit dalam bidang saluran paru-paru.

Api berpadanan dengan “Li atau tata susila”, padanannya dengan arah adalah selatan, berpadanan dengan musim kemarau dan dengan organ jantung. Pada zaman kuno api dimaknai berkobar ke atas, bermakna pro aktif, beradab dan santun. Padanan sopan santun ialah ketertiban yang paling tepat dari interaksi antar manusia.

Seseorang dalam melakukan sesuatu dengan hati lurus, respek terhadap orang tua dan mencintai anak-anak, santun serta berkepribadian, sangat memperhatikan sopan-santun, kebenaran, kejujuran dan tahu rasa malu, maka Qi lurus itu bisa melindungi jantung orang tersebut, jika sebaliknya akan dapat melukai jantung. Kondisi alami dari jantung ialah pro aktif, terbuka dan terus terang, maka apakah kondisi tidak alami dari jantung? Salah satu dari kondisi paling tidak alami ialah dendam, dendam itu paling melukai jantung, bila Anda sering mendendam terhadap orang lain, maka bisa menyebabkan hati kalut dan jantung berdebar, selain itu masih ada  penyakit jantung koroner dan lain.

“Zhi atau kebijaksanaan” berpadanan dengan organ ginjal. Jika seseorang hendak memiliki kebijaksanaan, nomor satu ia harus rendah hati, yakni dapat menerima pendapat orang lain. Dengan kata lain, mau mendengarkan pendapat orang lain akan kian jelas, maka itu telinga adalah cermin dari organ ginjal, ini logis. Qi ginjal seseorang penuh, maka telinganya dapat dengan mudah mendengarkan nasehat orang lain, orang dengan Qi ginjal penuh juga memiliki kebijaksanaan. Seseorang yang dapat mendengar nasehat orang lain, organ telinga telah berfungsi  lancar, maka Qi ginjal penuh, dengan demikian tentu saja akan memiliki kebijaksanaan.  

Lambung dan usus berpadanan dengan “Xin atau kepercayaan”. Termasuk unsur tanah. Dalam 4 musim ia berpadanan dengan musim kemarau panjang, yakni periode antara musim kemarau dan musim gugur, kondisi waktu itu ialah saatnya semua makhluk mengalami perkembang-biakan. Artinya ialah seluruh perkembangan permasalahan, melambung maupun tenggelam tergantung dari ketulusan-hati seseorang. Kondisi tubuh juga demikian, seseorang yang tulus dan jujur, tenaga aksinya luar biasa kuat dan di dalam benaknya selalu tidak memperhitungkan untung-rugi, maka pencernakan lambung dan ususnya juga luar biasa baik. Sebaliknya, orang yang sering memperhitungkan untung-rugi, biasanya pencernaannya tidak baik.

Itulah mengapa kedokteran Tiongkok beranggapan ketika seseorang telah menjalankan prinsip “ kebajikan, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan, kepercayaan”, setelah memulihkan 5 macam kondisi normal kejiwaan ini, maka kondisi fisiologisnya juga akan pulih normal, tentu akan memperoleh kesehatan. Itulah yang disebut dari spirit hingga materi telah mencapai kondisi kemanunggalan antara langit dan manusia.”  (Bersambung)