Kesehatan

Marzuki AlieJakarta - Ketua DPR RI, Marzuki Alie mengatakan banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang Overstay atau melebihi Ijin Masa Tinggal di Arab Saudi karena tidak sinerginya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Kementerian Luar Negeri. Sedikitnya 70 ribu TKI pun mau tidak mau harus dipulangkan ke Tanah Air.

"Hal itu terjadi karena tidak sinerginya antara Kemenakertrans dan Kemenlu karena ada persoalan tarif.  Apjati yang bekerja sama dengan mitranya di luar negeri tarifnya 3.900 reyal sedangkan ketentuannya berlaku untuk perpanjangan dan dibayar oleh majikan. Tetapi di Kemenlu berlaku ketentuan 65 reyal, hanya untuk setoran perpanjangan paspor," ujar Marzuki Alie, dalam keterangan tertulis DPR, Selasa (12/11/2013).

Ketua DPR melanjutkan, TKI tidak bisa memperpanjang ijin dan kontrak kerja, merupakan kegagalan Pemerintah dalam membantu TKI Overstay di Arab Saudi. Para TKI yang jumlahnya sekitar 70 ribu itu tidak mendapatkan dokumen legal guna memperbaiki dukumen yang sudah tidak valid lagi, atau paspor sudah tidak berlaku lagi atau visanya habis.

Marzuki melanjutkan bahwa tugas pemerintah saat ini adalah bagaimana memulangkan 70 WNI dengan baik. Dia menyatakan yakin masih banyak dari mereka yang akan bekerja di Arab Saudi.

"Mau nggak mau yang 70 ribu ini harus dikembalikan ke tanah air, kemudian pada saatnya nanti bisa kembali ke Arab Saudi. Bisa kembali tetapi harus melewati masa tertentu. Pasalnya  deportasi itu artinya diusir, dilarang kembali meski ada batas waktu, atau mencari kerja ke negara-negara lain," tambah Marzuki Alie.

Dengan berakhirnya masa Amnesti bagi TKI, maka proses untuk perpanjangan menjadi sulit karena mereka sudah tidak punya dokumen. Para TKI bahkan berpeluang ditangkap, dipenjarakan dan didenda oleh otoritas setempat.(adi/war)

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.