Kesehatan

kawah-kelud2Jakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM mengeluarkan rekomendasi zona aman bagi aktifitas masyarakat dan wisatawan di Gunung Kelud. Dalam radius 5 Kilometer masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktifitas apapun.

"Masyarakat di sekitar Gunung Kelud diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Kelud dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," lanjut rilis PVBM, Rabu (12/02/2014).

Bagi yang masyarakat bermukim di dalam Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) diminta untuk selalu waspada dan memperhatikan perkembangan Gunung Kelud yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang serta Satlak PB Kabupaten Kediri dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Kelud.

Peningkatan status Gunung Api Kelud dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung sejak Senin (10/2/2014). Gunung Kelud yang berada di wilayah Kabupaten Blitar, Malang dan Kediri, Jawa Timur dengan ketinggian 1,731 di bawah permukaan laut (DPL) itu, terakhir meletus pada 16 Oktober 2007.

Berikut daerah yang berpotensi terlanda bahaya letusan Gunung Kelud :

1- Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) merupakan kawasan yang selalu terancam awan panas, gas racun, lahar letusan, aliran lava, dan kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari pusat erupsi.

2- Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan lahar letusan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar hujan dan hujan abu lebat dalam radius 5 km dari pusat erupsi.

3- Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar letusan dalam radius 10 km dari pusat erupsi.

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.