Kesehatan

anak-tiongkokLebih dari 300 anak-anak di Provinsi Hunan, Tiogkok telah didiagnosa keracunan timbal, akibat polusi kimia dari sebuah pabrik.

Walikota berdalih bahwa keracunan pada anak-anak adalah akibat kebiasaan mereka menggigit pensil selama belajar di sekolah. Pernyataan tersebut langsung memicu kecaman dari para netizen.

Dalam darah anak-anak di Kota Dapu, Hengdong, Provinsi Hunan ditemukan kandungan kadar timbal melebihi standar kesehatan--100 mikrogram per liter. Beberapa dari mereka ada juga yang telah terkontaminasi timbal 322 mikrogram per liter, sangat melebihi ambang batas.

Pabrik Kimia Meilun, yang memproduksi seng elektrolit, mengeluarkan asap berbau busuk. Debu dan air limbah tidak disalurkan secara benar dan langsung dibuang ke dekat Sungai Xiangjiang, sebagaimana dikeluhkan masyarakat setempat kepada Jinghua Times, sebuah media di Tiongkok.

Menurut warga kota mitu, analisis menunjukkan bahwa anak-anak yang teracuni adalah mereka yang tempat tinggalnya dekat dengan pabrik, semakin dekat rumah mereka semakin tinggi kandungan timbal dalam darah mereka.

Respon pihak berwenang

Xiao Fenglan, Direktur Biro Perlindungan Lingkungan Kota Hengdong, menanggapi pertanyaan media terkait keracunan timbal, mengatakan, "Kami tidak bisa mengkonfirmasi apakah pabrik adalah satu-satunya sumber [timbal], kami tidak dalam kapasitas itu [menegaskan]."

Walikota Kota Dapu membuat pernyataan publik, "Ketika anak-anak belajar di sekolah, mereka mengunyah pensil saat menggunakannya, yang juga dapat menyebabkan timbal berlebihan dalam darah mereka."

Pernyataan tersebut memicu kemarahan dari para netizen Tiongkok yang mengutuk para pejabat karena melalaikan tanggung jawab dan tak tahu malu. Berikut adalah beberapa kutipan dari para netizen:

"Adalah sangat memalukan karena mereka berbicara seperti ini. Apakah orang-orang seperti ini layak menjadi pejabat? "

"Setiap kali ada masalah, bukannya menyelidiki fakta-fakta, mereka selalu mencari-cari alasan untuk mengelak dari tanggung jawab. Pejabat tersebut membawa bencana bagi negara dan rakyat. "

"Pejabat, izinkan saya memberi Anda fakta umum untuk dikenali. Bahan utama dalam inti pensil adalah grafit. Pensil terbuat dari campuran grafit dan tanah liat, itu tidak ada hubungannya dengan timbal."

"Mereka bahkan tidak punya akal sehat. Bahan utama dari inti pensil adalah grafit, bukan timbal. Terlepas dari apa yang salah, mereka hanya ingin mengelak dari tanggung jawab. Bahkan jika Anda mencoba untuk mengelak dari tanggung jawab, Anda harus menemukan alasan yang masuk akal, (atau) menjadi bahan tertawaan! "

"Pejabat ini terlalu pintar. Logikanya adalah: Sebuah pensil (dalam bahasa Mandarin, secara harfiah diterjemahkan sebagai 'timbal pen), jika tidak mengandung timbal, itu tidak akan disebut 'timbal pen; oleh karena itu, harus mengandung timbal ... "

"(Mereka) terburu-buru untuk mengelak dari tanggung jawab bahkan tanpa menentukan penyebabnya."

Pakar Tiongkok, Ma Tieying mengatakan kepada Now TV Hong Kong, tahun lalu Provinsi Hunan punya masalah beras tercemar logam berat, menyebabkan 11 anak-anak menjadi sakit. Kali ini melibatkan lebih dari 300 anak, namun seorang pejabat setempat mengklaim anak-anak mengunyah pensil mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, media telah mengekspos banyak kasus anak-anak Tiongkok yang diracuni oleh timbal di tempat-tempat seperti Kota Ji'an di Provinsi Jiangxi, Fengxiang di Provinsi Shaanxi, Wugang di Provinsi Hunan, Kunming di Provinsi Yunnan, Shanghang di Kota Longyan, dan Kota Chenzhou di Provinsi Hunan.

Menurut laporan Mayo Clinic, timbal meski dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Anak-anak sangat rentan terhadap keracunan timbal, dapat mempengaruhi perkembangan mental dan fisik. Keracunan timbal asimtomatik secara permanen dapat merusak otak anak-anak. (Sound of Hope Radio Network/suastana/rahmat)

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.