| Wanita Bali Tak Kenal Nyantai |
| Era Baru News | Jumat, 29 Januari 2010 |
|
Denpasar - Wanita Bali bekerja keras membantu suami dan tak kenal leha-leha demi meningkatkan pendapatan keluarga, dengan harapan mampu membiaya pendidikan putra-putrinya. "Hampir tidak ada wanita Bali yang leha-leha, hanya mengandalkan penghasilan keluarga pada suami," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Provinsi Bali Luh Putu Haryani di Denpasar, Jumat (29/1). Ia mengatakan, kegiatan kaum wanita itu lebih menonjol di daerah pedesaan, dengan menekuni berbagai kegiatan positif yang mampu menambah penghasilan keluarga. "Mereka yang menghimpun diri dalam kelompok wanita mengembangkan unit usaha sesuai potensi yang dimiliki," ujar Luh Putu Haryani. Pihaknya merangkul kelompok-kelompok wanita yang berhasil mengembangkan usaha ekonomi produktif di daerah pedesaan di delapan kabupaten dan satu kota di Bali. "Kelompok wanita yang telah berhasil menunjukkan prestasi itu, jika menghadapi kendala, kami siap membantunya," tutur Luh Putu Haryani. Ia menuturkan, kelompok wanita Giri Wangi, Desa Pempatan Kabupaten Karangasem mengembangkan usaha peternakan sapi, namun kekurangan modal untuk membeli bibit sapi. "Kami merangkul Dinas Peternakan untuk membantu sejumlah bibit sapi yang dibutuhkan anggota kelompok Giri Wangi tersebut," ujar Luh Putu Haryani. Ia menambahkan, kegiatan rutin yang ditekuni dalam membina kelompok wanita pada usaha ekonomi produktif tidak terasa lebih dari setahun. Kelompok yang pernah diberikan bantuan bibit sapi itupun menginginkan kembali kehadirannya ke desa itu, karena sapi yang diberikannya tersebut sudah besar. "Kapan itu ke desa mengunjungi kami lagi, karena sapi ibu kini sudah besar," tutur Haryani sambil menunjukkan pesan singkat (SMS) yang diterimanya dari ketua kelompok wanita Giri Wangi tersebut. Kelompok wanita yang umumnya sudah terbentuk di pelosok pedesaan itu mengembangkan berbagai usaha ekonomi produktif sesuai potensi yang dimiliki. Kelompok wanita di Kabupaten Gianyar kebanyakan mengembangkan usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga, di daerah pesisir mengembangkan unit usaha yang menggunakan bahan baku hasil perikanan. Sementara di Kabupaten Tabanan lebih banyak mengembangkan usaha yang menggunakan bahan baku hasil pertanian, seperti membuat kripik pisang maupun ketela. Hasil kreativitas kelompok wanita itu kini menembus pasaran di kota Denpasar maupun kota-kota kabupaten di Bali, tutur Luh Putu Haryani.(ant/yan) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pabrik Nuklir Bocor VS Hak-hak Negara Bagian
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- 7 Sen
- Misteri Penampakan Naga
- Membayangkan Plum Dapat Menghentikan rasa Haus
- Misteri Penampakan Naga
- Korban Penyergapan Teroris Aceh Bertambah
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Gempa Chili Telah Memperpendek Rentang Hari
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus


Mozilla Firefox