| Ribuan Warga Kabupaten Banjar Terserang Chikungunya |
| Era Baru News | Selasa, 09 Februari 2010 |
|
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Gusti Rifaniansyah melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Endah Labati, mengatakan, sejak awal Januari hingga minggu pertama Februari, jumlah penderita penyakit akibat gigitan nyamuk itu sudah mencapai 4.500 orang. "Jumlah penderitanya yang berhasil di data mencapai 4.500 orang dan diperkirakan jumlahnya terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim hujan yang membuat nyamuknya mudah berkembang biak," ujarnya di Martapura, Selasa (9/2). Menurut Endah, ribuan warga yang terserang penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti (AA) itu bahkan sudah menyebar pada 11 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten setempat. "Laporan yang kami terima ada 10 kecamatan yang meliputi 67 desa dimana sebagian besar warganya terserang Chikungunya disusul laporan terbaru satu kecamatan dan desa di wilayahnya yang warganya terserang penyakit itu," kata dia. Ia mengatakan, banyaknya jumlah warga yang terserang penyakit itu di samping penyebarannya yang cukup luas juga akibat wilayah di kabupaten setempat yang banyak dikeliling hutan dan pepohonan. Kondisi alam itu, kata dia, membuat nyamuk AA pembawa virus penyakit tersebut semakin mudah berkembang biak terlebih di musim hujan sehingga banyaknya muncul genangan air yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk tersebut. "Makanya, banyak warga desa dan kecamatan yang berada di pelosok wilayah yang banyak terserang karena kawasan hutan dikelilingi pepohonan membuat nyamuknya mudah berkembangbiak lalu menggigit manusia sehingga menjadi korbannya," ujarnya. Dikatakannya, guna mengurangi semakin banyaknya jatuh korban akibat gigitan nyamuk AA itu, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya seperti pengasapan (fogging) di wilayah kecamatan maupun desa yang warganya banyak terserang penyakit itu. Bahkan, lanjutnya, upaya yang dilakukan bukan hanya melalui pengasapan menggunakan alat semprot biasa tetapi juga menggunakan alat semprot khusus jenis ULP yang lebih efektif dibanding fogging. "Penyemprotan menggunakan ULP lebih efektif membunuh nyamuk dewasa karena cairan insektisida yang digunakan lebih murni dibanding fogging yang bentuknya berupa pengasapan," kata dia. Namun, tambahnya lagi, kedua upaya itu masih belum efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk dan harus diimbangi dengan gerakan 3 M yakni membuang, menutup dan menimbun benda-benda di sekitar lingkungan tempat tinggal sehingga tidak menjadi sarang atau tempat nyamuk hidup dan berkembang biak. "Penyemprotan hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa sedangkan jentiknya masih tetap hidup sehingga langkah pencegahan yang paling efektif dilakukan masyarakat adalah menggalakkan gerakan 3 M," katanya. (ant/yan) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Hadapi Teroris, TNI Polri Selalu Siaga
- Alonso Menang di Grand Prix Formula 1 Bahrain
- Merokok Menyebabkan PMS Berat
- Menggunakan Kata Kiasan Melewati Sensor Internet China
- Pengacara HAM Ungkap “Perampasan Organ” di China
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Tuan Qin yang Gemar Barang Antik
- Sasaran Utama Teroris Bukan Barrack Obama
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Kemampuan Fisik Manusia Merosot Karena Teknologi Modern
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
Martapura - Serangan penyakit Chikungunya di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan semakin marak dan menyebar ke berbagai pelosok hingga membuat ribuan warga di kabupaten setempat menjadi korban.


Mozilla Firefox