Nasional

parisPrancis - Menurut laporan media Paris Le Figaro pada 20 November 2014, belasan mahasiswa Korea Utara yang studi di Ecole Nationale Supérieure d'Architecture de Paris La Villette dan École Nationale Supérieure d'Architecture de Bretagne hilang secara misterius.

Salah satu mahasiswa yang hilang adalah putra Chang Song-taek yang akhir tahun lalu dieksekusi oleh Kim Jong-un. Kepolisian Prancis telah melakukan penyidikan terhadap kejadian ini.

Putra Chang Song-taek yang sering dipanggil Han oleh kawan-kawannya, selama ini studi di des Ecoles Nationales Sup□rieures d'Architecture de Paris-Villette. Tetapi ia tiba-tiba menghilang secara misterius sejak 2 pekan lalu.

Kantor Berita Korea Selatan Yonhap telah melaporkan berita terkait lalu diikuti pula oleh penyiaran via Radio France Internationale atas inisiatip Asisten Kepala Sekolah miss Caroline Lecourtois.

Pihak sekolahan meminta para mahasiswa dan guru untuk membantu pencarian atau menyediakan berita terbaru tentang Han. Kepolisian Prancis pada 14 November 2014 mengutus petugasnya untuk melakukan penyidikan di sekolahan.

Le Figaro mengutip berita yang disiarkan oleh SBS TV Korea Selatan mengatakan bahwa sepuluh orang mahasiswa lainnya yang studi di kedua akademi di Paris itu juga ditemukan menghilang baru-baru ini.

Menurut Yonhap, Han diculik oleh mata-mata Korut yang sengaja dikirim ke Paris dan bersembunyi di dalam gorong-gorong di sekitar kampus. Tetapi Han berhasil meloloskan diri dalam perjalanan menuju airport. Saat ini yang bersangkutan masih berada di Paris. Sedangkaan informasi untuk kesepuluh orang mahasiswa lainnya sampai berita diturunkan masih belum diketahui.

Chang Song-taek adalah paman dari Kim Jong-un. Istri Chang adalah adik Kim Jong-il ayah dari Kim Jong-un. Ia juga merupakan orang nomor 2 di Korut, dieksekusi oleh Kim Jong-un pada 12 Desember 2013. 2 hari sebelum eksekusi terhadap Chang, Kim Jong-un memaksa bibinya itu bercerai dengan Chang.

Sampai sekarang, kepolisian Prancis belum mengeluarkan pemberitaan terkait perkembangan penyidikan kasus. (Sinatra/rahmat)

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.