| Keluarga Teroris Minta Maaf |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Wayan Adi/ Erabaru-News | Senin, 24 Agustus 2009 |
|
"Atas nama keluarga, saya menyesalkan perbuatan kedua adik saya. Saya minta kepada kedua adik saya agar menyerahkan diri ke polisi, jangan merusak nama keluarga," ujar Anugerah di kantor PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (24/8) siang. Anugerah adalah anak ke-2 dari 8 bersaudara putra Djaelani Irsyad. Anak ke-3 Djaelani, Mohamad Syahrir dan anak ke-5nya, Syaifudin Zuhri merupakan buron teroris yang diduga terlibat dalam ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Sementara itu adik ke enam Anugerah, Sucihani, menikah dengan Ibrohim, ‘komandan lapangan’ aksi teroris di Mega Kuningan 17 Juli 2009 lalu. Ibrohim tewas dalam perburuan teroris di Temanggung, Jawa Tengah. Anugerah berbicara kepada wartawan setelah merasa risih karena rumahnya diawasi intelijen. Bahkan, kini rumahnya di Perumahan Sarana Indah Permai, Jl Cendana III, Blok D7, RT 7/8, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan dijaga satgas keamanan PKS. Politisi PKS itu pun mengaku bahwa dia kehilangan komunikasi dengan dua adiknya sejak tahun 2000. Walau demikian dia mengaku siap diperiksa polisi dan membantu polisi mencari kedua adiknya yang tersangkut jaringan teroris. Anugerah berharap agar keluarganya tak dikait-kaitkan dengan teroris, dan tidak diawasi polisi, sehingga mereka bisa beraktifitas dengan layak.(adi/waa) |

Jakarta – Anggota DPRD Tangerang, Anugerah minta maaf kepada masyarakat Indonesia. Kader PKS itu minta maaf atas kelakuan tiga anggota keluarganya.
Mozilla Firefox