| ‘Pertarungan Cicak vs Buaya’ Semakin Panas |
| Wayan Adi/ Era Baru News | Kamis, 10 September 2009 |
|
Hari ini, Polisi memeriksa tiga orang Komisi Pemberantasan Korupsi. Termasuk diantaranya Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Khaidir Ramli. Mereka diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Wakil Ketua Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah. "Saya dimintai keterangan oleh penyidik sesuai dengan surat panggilan disebutkan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan CMH (Chandra M Hamzah)," kata Kepala Biro Hukum KPK, Khaidir Ramli, usai diperiksa di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/09) siang. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto mengungkapkan saat ini polisi membidik KPK dalam dua kasus. Yakni dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Kasus dugaan pemerasan ini mencuat dari testimoni Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar. Dalam testimoninya, Antasari mengaku telah bertemu dengan Anggoro di Singapura. Dalam pertemuan itu, Anggoro mengaku telah dimintai sejumlah uang oleh oknum KPK. Anggoro menyebutkan nama pimpinan, direktur, penyidik, dan sopir KPK ikut menikmati uang itu. Terkait kasus ini, polisi sudah menjerat satu tersangka, yakni Ari Muladi. Ari dijerat tiga pasal yaitu pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Suap itu dilakukan karena Anggoro diduga terlibat dengan kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu yang saat ini tengah diusut KPK. Anggoro yang berstatus buronan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Sedangkan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang itu terkait dengan pemberian cekal kepada Anggoro. KPK pada 2008 mencekal Anggoro terkait kasus dugaan suap proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api dengan tersangka anggota dewan Yusuf Erwin Faishal. Sementara itu seorang pejabat Polri, Komjen Pol Susno Duaji malah dibidik oleh KPK diduga terlibat dalam kasus Bank Century. Sebelumnya, KPK mengatakan akan mengkaji keterlibatan Susno Duaji dalam kasus Bank Century. "Kita akan kaji sindikasi apakah SD ini terlibat," ujar Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Riyanto di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9). Sejak sebulan yang lalu nama SD (diduga Susno Duaji) dikait-kaitakan dengan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji. Namun Susno membantahnya dan dia hanya mengatakan bahwa ponselnya disadap. Susno tahu dirinya disadap karena Polri memiliki alat canggih untuk mendeteksi penyadapan. Sayangnya Susno tidak mau menyebut institusi mana yang menyadapnya. Susno hanya menyebut 'cicak kok berani melawan buaya'.(adi/waa) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pabrik Nuklir Bocor VS Hak-hak Negara Bagian
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- 7 Sen
- Misteri Penampakan Naga
- Membayangkan Plum Dapat Menghentikan rasa Haus
- Misteri Penampakan Naga
- Korban Penyergapan Teroris Aceh Bertambah
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Gempa Chili Telah Memperpendek Rentang Hari
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
Jakarta – Konflik antara Polri dan KPK, yang menjadi isu hangat di masyarakat sebagai drama ’Cicak vs Buaya’ kembali memanas. Kedua lembaga penegak hukum itu saling membongkar keterlibatan oknum pejabat mereka dalam kasus-kasus penyalahgunaan kewenangan dan jabatan.

Mozilla Firefox