| Dua Pimpinan KPK Tersangka Penyalahgunaan Wewenang |
| Era Baru News | Rabu, 16 September 2009 |
|
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah mengatakan, dirinya dan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto menjadi tersangka atas penyalahgunaan wewenang terkait dengan penetapan dan pencabutan pelarangan Djoko Tjandra keluar negeri dan penetapan pelarangan bepergian keluar negeri atas nama Anggoro Widjojo. "Adapun yang disangkakan, dugaan tindak pidana berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang atau sewenang-wenang memakai kekuasaannya memaksa orang untuk berbuat atau tidak berbuat dan membiarkan suatu alpa atas putusan pelarangan bepergian dan pencabutan bepergian keluar negeri atas nama DJoko Tjandra, dan penetapan pelarangan bepergian keluar negeri atas nama Anggoro Widjojo," kata Chandra M Hamzah seusai diperiksa penyidik Direktorat Pidana Korupsi dan White Collar Crime (Dit Pidkor WWC) Badan Reserse Kriminal di depan gedung Bareskrim, Rabu (16/09) dini hari. Ia menegaskan, dalam sangkaan tersebut tidak ada pasal terkait dengan pemerasan. Hal ini diungkapkannya ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya pasal pemerasan. "Bukan pemerasan, penyalahgunaan wewenang penetapan Djoko Tjandra, pencekalan Djoko Tjandra dan pencabutannya, dan penetapan Anggoro Wijoyo dan pelarangan ke luar negeri," tegasnya. Untuk itu, menurut dia, keduanya dikenai pasal 23 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yakni dugaan penyalahgunaan wewenang junto pasal 21, junto pasal 241 KUHP atau pasal 12 huruf e UU no31/1999 junto 15 UU no31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001. Chandra menambahkan, pada Rabu (16/9), keduanya akan diperiksa kembali sebagai tersangka pada pukul 10.00 WIB. Sementara itu, sebelumnya keduanya diperiksa oleh Direktorat Pidana Korupsi dan White Collar Crime (Dit Pidkor WWC) Badan Reserse Kriminal selama 14 jam, sejak pukul 10.00 WIB. Chandra M Hamzah dan Bibit Samad baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 00.15 WIB. Keduanya yang telah ditunggu wartawan kemudian memberikan pernyataan terkait dengan keputusan pengubahan status saksi menjadi tersangka setelah pemeriksaan penyidik. Hanya sekitar tiga menit mereka memberikan pernyataan tentang pengubahan status, dan kemudian bergegas menuju mobil yang membawanya pergi. Sementara itu, Bibit Samad mengatakan, pihaknya akan menempuh langkah hukum. "Kita akan adakan langkah hukum," katanya.(ant/waa) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Pasukan Brimob Tewaskan Dua Teroris
- Jadwal Sidang Zhao Lianhai Dibatalkan
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Bagian Tubuh Atas Sakit Diobati dengan Bagian Tubuh Bawah
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- Kemarau Panjang Semakin Parah di China
- SBY Langgar Konstitusi
- Kisah Momotaro
- Suami Artis Shen Yun Ditahan di 'Fasilitas Cuci Otak’
- Pemasok Senjata Teroris Aceh Ditangkap Polisi
Jakarta - Setelah menjalani pemeriksaan untuk yang kedua kalinya dua Pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Kedua pimpinan KPK yang menjadi tersangka yaitu Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.


Mozilla Firefox