| Macan Tutul dan Gandaria Terancam Punah |
| Era Baru News | Jumat, 06 November 2009 |
|
"Macan Tutul dan bunga Gandaria saat ini terancam punah, perlu ada upaya lebih optimal lagi menyelamatkan kedua spesies khas di Jabar itu," kata Setiawandi, di sela-sela Hari Satwa dan Puspa. Menurut dia, BPLHD Jabar akan berupaya membantu pelestarian hewan dan puspa langka tersebut. Selain itu, juga melakukan upaya penyelamatan spesies lainnya yang keberadaannya terancam punah. Terancamnya spesies langka itu akibat kuantitas dan kualitas lingkungan yang semakin memburuk sehingga berpengaruh pada memburuknya habitat flora dan fauna. "Menyelamatkan macan Tutul dan Gandaria di Jabar sangat mendesak. Kami tidak ingin kedua spesies khas di Jabar itu punah, maka salah satunya cara, kita mempertahankan keutuhan hutan tempat spesies itu hidup," kata Setiawan. Macan Tutul saat ini diupayakan tetap lestari di hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Kabupaten Sukabumi. Meningkatnya lahan kritis di Jabar yang mencapai 400 ribu hektar, merupakan salah satunya desakakan bagi habitat satwa dan puspa khas Jawa Barat. "Spesies tertentu tidak bisa hidup di sembarang tempat, sedangkan hutan mereka terus terdesak oleh pembalakan. Perlu ada penyelamatan satwa langka yang melibatkan semua pihak, termasuk melakukan rehabilitasi lahan kritis," katanya. Upaya lainnya yang bisa diterapkan adalah dengan melakukan konservasi dan membina masyarakat untuk secara sadar mengenal dan menjaga berbagai jenis satwa dan puspa di daerah masing-masing. "Khususnya jenis puspa, masyarakat perlu melestarikannya minimal spesies itu tidak lenyap dari daerah masing-masing. Kesadaran masyarakat untuk memelihara dan melestarikan puspa khas daerah masih perlu digugah lagi," kata Setiawan. Selain macan Tutul dan bunga Gandaria, beberapa spesies khas Jabar lainnya adalah Elang Jawa, Bunga Bangkai, Merak, Harimau Jawa, Jalak Suren serta beberapa spesies lainnya yang dilindungi. "Perlindungan satwa dan bunga langka itu selain diamanatkan UU, Jabar juga punya Perda No.3/2006 tentang perlindungan satwa dan puspa khas Jabar yang dilindungi," demikian Setiawan Wangsaatmadja.(ant/yan) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Jadwal Sidang Zhao Lianhai Dibatalkan
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Bagian Tubuh Atas Sakit Diobati dengan Bagian Tubuh Bawah
- Polisi Belum Temukan Bom Rakitan Dulmatin
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
Bandung - Dua spesies khas Jawa Barat yakni macan Tutul (panthera pardus) dan bunga Gandaria (bouea mcrophylla) terancam punah bila tidak dilakukan langkah-langkah konservasi, kata Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmadja, di Bandung, Jumat (6/11).


Mozilla Firefox