| Ledakan Yogya Bukan Bom |
| Era Baru News | Kamis, 19 November 2009 |
|
Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol. Sunaryono mengatakan dugaan sementara ledakan dipicu bahan kimia yang tersimpan di apotik. "Tidak ada hubungan sama teroris. Dugaan sementara ledakan bersumber dari zat kimia, bukan bom murni," ujar Brigjen Sunaryo. Sunaryo menjelaskan karena sumber ledakan dari apotek, maka bahan kimia menjadi dugaan terkuat. Dugaan tersebut diperkuat oleh arah ledakan. Arah percikan kaca keluar dari dalam bangunan. Walau demikian, Sunaryo menegaskan prosedur penyeidikan tetap dilakukan. Guna memastikan apakah itu dari sebuah bom atau bahan kimia, akan dilakukan penyelidikan mendalam dari Brimob Polda yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Akibat peristiwa tersebut, tiga orang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka cukup serius terkena imbas ledakan. Satu korban dilarikan ke rumah sakit Bethesda, dan dua dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih. Sunaryono menambahkan satu korban mengalami luka di bagian pelipis kepala dan satu orang lainnya mengalami robek pada lengan, punggung, dan leher. Hingga berita ini diturunkan, arah 500 meter dari simpang empat Gramedia hingga persimpangan Jl Kartini, ditutup aparat serta diberi garis polisi.(adi/waa) |
Yogyakarta - Ledakan keras menyerupai bom yang terjadi dari dalam Apotek Medistra, di Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (19/11) pagi dipastikan bukan bom.

Mozilla Firefox
Komentar
RSS feed untuk komentar pd artikel ini.