Nasional

sewol-tenggelamPada peristiwa tenggelamnya kapal ferry "Sewol" Korea Selatan, seluruh warga Korsel seperti halnya kerabat para korban, tenggelam dalam kesedihan.

Berbagai aktivitas pembelanjaan, pesta, wisata, perayaan dan lain sebagainya berkurang drastis, sebagai wujud berkabung bagi para korban, dan mendoakan korban yang hilang agar segera ditemukan. Akhirnya membawa konsekwensi politik dan PM Korsel Chung Hong-won pun mengundurkan diri.

Di tengah bencana ini, masyarakat Korsel yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional memperlihatkan berbagai tindakan heroik menolong orang lain dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri terutama dari kalangan guru dan pelajar.

Akan tetapi, banyaknya jumlah korban dalam bencana ini, terutama yang menyakitkan adalah banyaknya pelajar yang patuh mulai memancing pemikiran pada masyarakat Korsel, sejumlah fakta terselubung yang tadinya tidak diketahui perlahan mulai terungkap.

Dari hasil investagasi awal polisi laut ditemukan sejumlah fenomena yang telah diketahui, seperti kapten kapal yang kurang pengalaman tertidur, tindakan penyelamatan terlambat 31 menit, banyak penumpang yang mendengar perintah kapten untuk tetap tinggal di dalam kabin sehingga kehilangan peluang menyelamatkan diri, kerusakan alat siar menyebabkan perintah penyelamatan tidak tersebar luas, dan kapten kapal yang tidak bertanggung jawab melarikan diri terlebih dahulu tanpa mempedulikan keselamatan penumpang.

Akan tetapi ternyata ada lebih banyak faktor dibaliknya yang mengejutkan. Semua ini mengarahkan Kejaksaan Korsel terhadap keluarga Yoo Byung-eun selaku pemilik perusahaan transportasi kapal ferry "Sewol".

Kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Yoo Byung-eun antara lain adalah menggelapkan uang perusahaan, penyalahgunaan jabatan, menggelapkan pajak, mengalihkan harta ke luar negeri, pemaksaan, penyuapan dan lain-lain. Pihak kejaksaan menyatakan, telah mengeluarkan perintah larangan keluar negeri terhadap lebih dari 60 orang pejabat senior pada 13 anak perusahaan milik keluarga tersebut.

Kantor Berita Korea memaparkan 3 penyebab utama tenggelamnya kapal "Sewol"

Demi efisiensi, tubuh kapal telah dimodifikasi strukturnya yang menyebabkan titik berat kapal menjadi lebih tinggi, untuk meraih keuntungan tidak hanya jumlah penumpang ditambah, tapi jumlah muatan barang juga meningkat menjadi 3 kali lipat dari sebelumnya. Lebih fatal lagi adalah para awak kapal tidak ada satu pun yang mendapat pelatihan penyelamatan darurat!

Bahkan istri sang kapten pun berkata, "Dilihat dari kestabilan kapal, modifikasi ini sangat tidak masuk akal, suami saya mengatakan pada saya agar tidak menumpang kapal ini."

Masyarakat baru menyadari ternyata ada begitu banyak kapal ferry yang cepat atau lambat akan mengalami kecelakaan. Masyarakat sepertinya mulai sadar, seantero Korsel dari yang paling bawah hingga pejabat tinggi mulai memikirkan kecenderungan negeri ini mengejar keuntungan ekonomi dengan mengabaikan keselamatan, dan hanya memperlihatkan keindahan di luar saja. Pemerintah juga dikecam karena tidak mampu mengawasi, kerabat korban dan masyarakat merasakan amarah yang semakin lama semakin kuat.

Tragedi tenggelamnya kapal "Sewol" Korsel mengejutkan semua orang, akan tetapi jika mengarahkan pandangan lebih jauh ke depan dan melihat masyarakat Tiongkok yang sedang menumpang "kapal PKT" saat ini, bahkan jauh lebih membahayakan berkali-kali lipat dibandingkan para penumpang di atas kapal "Sewol".

Melihat berbagai dugaan kejahatan keluarga Yoo Byung-eun, semua itu juga sudah dilakukan oleh PKT, kelompok garis keras Jiang Zemin dan para kroninya bahkan sudah jauh mendahului, hasil korupsi mereka mencapai angka fantastis, seperti halnya Zhou Yongkang (yang membeli sebuah tambang di Amerika Selatan untuk masa tuanya. Zhou Yongkang adalah mantan pemimpin Komite Politik dan Hukum yang mengendalikan pemerintahan tandingan terhadap PM Wen Jiabao hingga 2012.

Saat ini di RRT, bernafas dicemari oleh kabut asap berpolutan, air minum mengandung zat penyebab kanker, susu bubuk mengandung melamin, di dalam daging mengandung clenbuterol. Menolong korban manula yang terjatuh ada nenek tua dari Nanjing (kasus si penolong malah digugat ke pengadilan dengan tuduhan penyebab jatuhnya si nenek tua). Ber-acting di dunia perfilman ada 'aturan terselubung', menjual barang di jalanan kota Tiongkok awas ada gebrakan satpol PP (yang terkenal brutal), menempati rumah waspadai retak menganga di dinding (kualitas bangunan yang pada umumnya amburadul), membaca dan menonton berita hanya ada saluran corong partai, berbicara fakta ada kamp kerja paksa menanti.

Taipan Hongkong Li Ka-Shing secara diam-diam telah meninggalkan "kapal maut PKT", bagaimana dengan Anda yang masih di daratan Tiongkok? (SUD/whs / rahmat)

Sumber: epochtimes.com

 

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.