Nasional

nasi-nasiKonfusius adalah seorang pendidik terkenal di zaman kuno, untuk mencapai aspirasinya, dia selalu berkelana ke seluruh penjuru dunia. Pada suatu ketika, Konfusius bersama muridnya sudah beberapa hari memakan rumput liar, tanpa memakan sebutir nasipun, perut mereka sangat lapar. Pada saat ini murid Konfusius yang bernama Yen Hui membawa pulang sedikit beras putih pesanan gurunya, bergegas memasaknya beras tersebut untuk Konfusius. Tidak disangka, Konfusius melihat muridnya Yen Hui membuka dandang nasi, dengan tangannya mengambil nasi dan mencuri makan nasi yang baru masak, Konfusius pura-pura tidak melihat kejadian tersebut.

Beberapa saat kemudian Yen Hui menghidangkan semangkuk nasi kehadapan Konfusius dan berkata, "Guru, nasi sudah masak, silakan dimakan."

Konfusius berkata, "Hari ini saya bermimpi bertemu dengan nenek moyang saya, sekarang saya ingin menggunakan nasi ini untuk sesaji mereka."

Yen Hui bergegas berkata, "Guru, nasi ini telah saya makan, engkau tidak boleh menggunakannya untuk sesaji nenek moyang."

Konfusius bertanya kepada Yen Hui, "Kenapa melakukan hal tersebut?"

Yen Hui dengan tersipu menjawab, "Karena tadi sewaktu saya memasak ada benda kotor yang terjatuh kedalam nasi, jika karena hal itu saya membuang nasi tersebut, bukankah sangat mubazir, oleh sebab itu saya memakan nasi yang terkena benda kotor tersebut."

Konfusius sambil menarik nafas berkata, "Kebanyakan orang akan berpikir apa yang terlihat oleh mata adalah kenyataan, tetapi walaupun mata melihat kejadian tersebut tidak semuanya bisa dipercaya. Oleh sebab itu jika engkau ingin memahami seseorang engkau harus melihatnya dengan mata batin Anda bukan dengan mata fisik."

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.