| Kapal TKI Ilegal Tenggelam |
| Era Baru News | Senin, 08 Februari 2010 |
|
“Sebanyak 16 penumpang selamat, setelah sempat terapung di perairan sekitar satu jam,” kata Kasat Polair Poltabes Barelang, Kompol Mada Roostanto. Kompol Mada menjelaskan, TKI diselamatkan "Crue Boat (CB)" Petir milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang kebetulan melalui perairan tersebut. Petugas CB Petir kemudian menyerahkan TKI ilegal kepada Polair Barelang, sedang dua orang anak buah kapal, diduga melarikan diri. Menurut Kompol Mada Roostanto, tenggelamnya kapal kayu kecil tersebut akibat muatan yang melebihi kapasitas. "Kapal itu terlalu kecil, muatannya melebihi kapasitas, sehingga mudah oleng ketika dihadang gelombang," kata Kasat Polair. Mengenai dua ABK yang kabur, ia mengatakan Polair segera mencari untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. "TKI ini kan korban dari "human trafficking", sedangkan pelaku kejahatannya, adalah pemilik kapal dan dua ABK tersebut," kata dia. Sementara itu, seorang TKI, Nur, bercerita, kapal kayu berkekuatan 40 PK berangkat dari Batu Merah Batam, Minggu (07/02) sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah sekitar 45 menit di laut, kapal diterjang ombak tinggi. Karena kapal terbuat dari kayu dan muatan melebih kapasitas, maka, oleng, hingga akhirnya terbalik, sebelum tenggelam. Seluruh penumpang jatuh ke laut. "Saya tidak tahu kenapa kapal oleng, apa menabrak atau kenapa, karena saya tidur," kata dia. Begitu tercebur di laut, setiap penumpang berusaha menyelamatkan diri, kata dia. Namun, banyak barang bawaan yang langsung terbawa air. "Semua dokumen saya lenyap," kata dia. Nur mengaku membayar Rp2,5 juta untuk biaya ke Malaysia. Padahal, biaya ke Malaysia menggunakan transportasi legal, hanya memerlukan biaya sekitar Rp250 ribu. Ia mengaku memiliki paspor, tapi mati, sehingga tidak bisa ke Malaysia melalui jalur legal. "Sebenarnya, saya mau urus, tapi, orang menakut-nakuti saya, katanya, mau buat lagi susah," kata dia. Di tempat yang sama, TKI lain Syifa mengatakan hendak mencari kerja di Malaysia. "Saya hanya diberitahu, nanti, kalau sudah sampai, ada yang jemput, saya tidak mengerti mau ke mana," kata Syifa yang tangan kanannya luka, saat menyelamatkan diri.(ant/waa) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pabrik Nuklir Bocor VS Hak-hak Negara Bagian
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- 7 Sen
- Misteri Penampakan Naga
- Membayangkan Plum Dapat Menghentikan rasa Haus
- Misteri Penampakan Naga
- Korban Penyergapan Teroris Aceh Bertambah
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Gempa Chili Telah Memperpendek Rentang Hari
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
Batam - Sebuah kapal kayu yang diduga membawa tenaga kerja ndonesia (TKI) ilegal tenggelam di perairan Batam, Senin (08/02). Para TKI Ilegal diduga akan diselundupkan ke Malaysia.

Mozilla Firefox