Era Baru News >> NTD Video >> NTD Video >> Suara Atas Pembatalan Shen Yun di Hongkong
Suara Atas Pembatalan Shen Yun di Hongkong
NTD - NEWS Minggu, 07 Februari 2010

Shen Yun yang berbasis di New York telah dijadwalkan pentas tujuh kali di Hong Kong, dari 27 sampai 31 Januari. Semua tiket terjual habis, namun acara dibatalkan di menit-menit terakhir, setelah Departemen Imigrasi Hong Kong menolak visa  beberapa staf utama.

Yuen, warga Hongkong, sudah tidak sabar untuk menonton Shen Yun setelah membacanya di majalah. Ia menuntut penjelasan dari pemerintah atas penolakan visa ini.

[Yuen,Penduduk Hongkong]:
"Acara ini populer di seluruh dunia dan menarik, tapi kami tidak bisa menonton pertunjukan ini di Hongkong, maupun di China. Saya bingung."

Anggota lain dari publik Hongkong menuduh pemerintah tunduk pada tekanan  partai komunis China.

[Chen, Penduduk Hongkong]:
"Sekarang pemerintah Hong Kong milik PKC, yang dikontrol dari belakang. Saya merasa sangat tidak beruntung tidak bisa menonton pertunjukan. Orang Hongkong sangat tidak beruntung. Mengapa tidak bisa menontonnya? "

Presiden "Taiwan Foundation for Democracy" mengatakan Hongkong memiliki sejarah tunduk pada rezim China. Dia berkata, penolakan visa ini akan merusak citra internasional Hongkong.

[Lin Wen-Cheng, Presiden, Taiwan Foundation for Democracy]:
"Keputusan pembatalan ini sangat mengecewakan. Untuk Hong Kong, ini akan berdampak negatif pada citra internasional, serta membahayakan kebebasan berbicara orang Hongkong."

Komentator politik Taiwan Lin Bao-hua juga yakin bahwa rezim Cina bertanggung jawab atas penolakan visa.

[Lin Bao-hua, Komentator Politik Taiwan]:
"Tanpa arahan dari Beijing, pemerintah Hongkong tidak akan melakukan hal seperti itu. Insiden ini dengan sendirinya menunjukkan posisi Hong Kong dalam 'satu negara dua partai' lagi-lagi sistem yang meragukan."

Otoritas China berusaha menghentikan Shen Yun di banyak kota di seluruh dunia. Satu kasus menjadi berita utama di tahun 2008 ketika seorang pejabat Departemen Budaya Linkoping, Swedia menerima ancaman telepon dari wakil Kedutaan China. Mereka mengatakan kepada pejabat Swedia untuk membatalkan Shen Yun atau hubungan negara akan terpengaruh.

Sehubungan dengan itu, Anggota Parlemen Swedia Cecilia Wigström berbicara tentang  Shen Yun di Hongkong.

[Cecilia Wigstrom, Parlemen Swedia]:
"Ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan di Hongkong. Sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di Hongkong, saya tahu mereka dengan berani berjuang untuk hak-hak mereka, untuk menjunjung tinggi kebebasan, juga setelah Hong Kong bersatu dengan China. Sangat penting bagi orang Hongkong mengetahui bahwa negara lain mendukung mereka, untuk melanjutkan perjuangan hak-hak tersebut. "
 
English Version Click Here

 

Bagikan halaman ini ke :

| |

Cari Artikel di Era Baru :

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?

Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!