Dalai Lama direncanakan tiba di Amerika Serikat dalam dua minggu. Rezim komunis China telah menentang kunjungan ini, mengatakan hal ini bisa mengancam hubungan Amerika dan China lebih lanjut.
Thubten Samphel, juru bicara pemerintah Tibet di Pengasingan di Dharamsala mengatakan, rezim komunis China khawatir karena pertemuan ini akan kembali menyoroti masalah Tibet.
[Thubten Samphel, Pemerintah Tibet di Pengasingan]: "Saya kira itu menunjukkan kekhawatiran mereka dalam masalah Tibet, karena apa yang mereka sebut mata internasional bahwa dunia yang lebih luas mengakui ada masalah di Tibet dan China harus melakukan sesuatu mengenai hal itu."
Dalai Lama akan berada di Washington DC pada tanggal 17 dan 18 Februari . Ia akan melanjutkan perjalanannya ke California dan Florida, serta kembali ke India pada 26 Februari. Gedung Putih belum mengumumkan jadwal kunjungannya.
Juru bicara Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu, menyatakan rezim komunis China dengan tegas menentang kontak apapun antara Obama dan Dalai Lama.
Seorang aktivis Tibet di Dharmasala menyebut komentar Menteri Luar Negeri itu " Konyol."
[Tenzin, Aktivis Tibet]: "Saya rasa ini adalah hal konyol lain yang telah China lakukan. Hal ini merupakan tanda yang jelas bahwa mereka tidak siap untuk berubah. Mereka selalu mengkritik setiap kunjungan Sucinya ke Negara lain, meskipun kunjungan resmi atau tidak. Saya rasa ini hanya hal lain yang dilakukan China dan itu benar-benar konyol. "
Konflik atas kunjungan Dalai Lama terjadi pada saat hubungan China-Amerika Serikat sedang tegang. Pekan lalu, pihak berwenang China marah kepada Amerika Serikat karena menyetujui untuk menjual senjata senilai 6.4 miliar dolar ke Taiwan.