Arsitek Jerman Rainer Mielke tinggal di sebuah rumah mewah di Bremen.
Rumah ini dibangun diatas bunker Nazi dari zaman Perang Dunia II.
Mielke adalah yang pertama untuk merombak bunker-bunker suram ini. Butuh bertahun-tahun agar pihak otoritas menyetujui konstruksinya.
Ia berkata, walaupun perencanaannya mudah karena tidak ada tembok penyangga, ada pula kesulitan merenovasi.
[Rainer Mielke, Arsitek]:
“Kekurangannya saya akui, belum ditemukan, terpisah dari kenyataan bahwa cukup sulit dan perlu pengetahuan khusus untuk merenovasi bunker. Ini sangat berbeda dengan membangun sesuatu yang baru. Bahkan langkah pertama konstruksi melibatkan pembuatan lubang di dinding, bukannya membuka terowongan dan membangun dinding.”
Pemerintah saat ini memang sedang berkampanye menjual bunker.
Harga lelang adalah dari 130.000 hingga lebih dari setengah juta dolar A.S. , belum termasuk harga perombakan.
Namun bunker-bunker ini, yang berjumlah sekitar 220 di Jerman, dibangun atas tenaga kerja paksa.
Marcus Meyer dari Pusat Bremen untuk Pendidikan Politik membuat pameran memorial di sana, yang disebut “Valentin”.
Bunker raksasa ini dibangun atas keringat dan darah 1.400 tahanan, dan Meyer percaya ini harus menjadi pengingat atas kekejaman Nazi.
[Marcus Meyer, Pusat Bremen untuk Pendidikan Politik]:
“Anda harus tahu apa yang anda lakukan, di mana anda tinggal. Tetapi pada akhirnya, ini terserah pada setiap orang apakah mereka bahagia tinggal di bunker yang dibangun dengan tenaga kerja paksa.”
Perusahaan Mielke telah merombak 13 bunker di Bremen.
Beberapa belum direnovasi, hanya dipisahkan menjadi beberapa studio gladi resik, karena cukup kedap suara.