Ratusan pengikut spiritual Falun Gong telah mendatangi Gedung DPRD Bali, Renon Denpasar Selasa, 10 April lalu. Mereka menggelar aksi damai di halaman Gedung DPRD dengan melakukan perangkat latihan bersama. Aksi yang disambut baik oleh ketua komisi I DPRD Bali ini berupaya untuk “menentang campur tangan negara asing terhadap pemerintah Indonesia dalam masalah Falun Gong.”
[Putu Sudarma, Perwakilan Solidaritas Falun Gong]:
“Beberapa tahun kami di Bali, Banyak sekali mengalami hambatan dari pemerintah asing, dalam hal ini ada kunjungan ke Bali, setiap kunjungan itu kita mendapat tekanan dan hambatan. Dan tentunya ini kita sebenarnya melakukan aktivitas itu sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 9. 1998, masalah kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.”
Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya, sangat berterima kasih karena telah mempercayakan dewan untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Arjaya menerima surat terbuka yang disampaikan Falun Gong untuk bapak Presiden RI, dan akan disampaikan langsung ke Jakarta.
[Made Arjaya, Ketua Komisi I DPRD Bali]:
“Yang jelas kalau kami di DPRD provinsi Bali sesuai dengan fungsi dan tugas kami, kontrol tentunya, kami fokus dengan kontrol, bapak-bapak dari Falun Dafa datang tentunya kami meneruskan aspirasi, terbukti kami tadi meneruskan surat dari Falun Dafa ke presiden dengan pengantar dari dewan, itu bagian dari tugas kami.”
Arjaya juga menegaskan, di era keterbukaan sekarang ini, kita tidak ingin ada yang tersembunyi, ya dan tidaknya harus jelas.
[Made Arjaya, Ketua Komisi I DPRD Bali]:
“Ini permasalahan bangsa, permasalahan masyarakat yang berserikat dan berkumpul sesuai dengan UUD 45 pasal 28, ada penekanan-penekanan yang dilakukan pemerintah, itu ada apa..? Organisasi ini boleh atau tidak. Kalau memang tidak alasannya apa, kalau boleh, aturannya harus jelas harus diberi kebebasan. Kata orang kita adalah negara paling demokratis di dunia.”
Menurut Pusat Informasi Falun Dafa, Falun Gong atau yang disebut juga Falun Dafa adalah semacam Qigong yang telah menyebar di 114 negara. Banyak yang mendapat manfaat kesehatan akibat berlatih latihan spiritual ini. Namun di negara asalnya, di Tiongkok masih mengalami penganiayaan kejam dari pihak Partai Komunis Tiongkok dari tahun 1999, dan setiap kegiatan Falun Gong di luar Tiongkok mendapat tekanan melalui kedubesnya.
Aksi damai ini juga digelar dalam upaya menghentikan penganiayaan yang masih berlangsung di Tiongkok.