| Aktivis China Protes Kunjungan Obama ke China |
| NTD-News | Jumat, 20 November 2009 |
|
"Kunjungan Obama ke China hanya untuk diskusi mengenai perubahan iklim, atau masalah ekonomi. Kami berharap ia akan menyerukan masalah hak asasi manusia, dan benar-benar meningkatkan hak asasi manusia di China. Terus terang, kunjungannya nati secara tidak langsung telah menyebabkan hak-hak serta ruang hidup kami terinjak-injak. Karena orang-orang seperti saya dan aktivis lainnya menjadi kecewa. Saya telah mengalami penindasan tanpa bentuk, apakah itu tahanan rumah, atau dikeluarkan dari Beijing." |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Penemuan Pertama Kepala Abydosaurus
- Hadapi Teroris, TNI Polri Selalu Siaga
- Alonso Menang di Grand Prix Formula 1 Bahrain
- Merokok Menyebabkan PMS Berat
- Menggunakan Kata Kiasan Melewati Sensor Internet China
- Pengacara HAM Ungkap “Perampasan Organ” di China
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Tuan Qin yang Gemar Barang Antik
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Heru Kuncoro Hadir di Pemakaman Dulmatin
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
Di Beijing sekelompok aktivis mencoba untuk mengajukan permohonan demonstrasi Jumat (13/11), untuk memprotes kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Mereka berharap, ini akan menarik perhatian terhadap pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim China. Namun para pejabat Beijing menolak permohonan mereka. 


Mozilla Firefox