| Penemuan 'Ardi' Memperjelas Asal-usul Manusia |
| Era Baru News | Sabtu, 03 Oktober 2009 |
|
bahkan ini merupakan mata rantai yang hilang - nenek moyang dari keduanya manusia dan kera modern -adalah berbeda, dan kera telah berevolusi seperti halnya manusia dari nenek moyang yang sama, kata mereka. Para peneliti menekankan bahwa 'Ardi' mungkin sekarang menjadi hominid tertua, tapi ia bukan mata rantai yang hilang. "Pada 4,4 juta tahun yang lalu kami menemukan sesuatu yang sangat dekat berkaitan dengan hal itu," kata Tim White dari Universitas Berkeley California yang membantu memimpin tim peneliti. Mereka menggambarkan kerangka parsial mewakili penemuan Ardipithecus ramidus (Ardi). Spesies hominid yang hidup 4,4 juta tahun yang lalu di Etiopia sekarang. 'Ardi' jelas adalah nenek moyang manusia dan keturunannya tidak tumbuh seperti simpanse atau kera lainnya, para peneliti melaporkan dalam jurnal Ilmu pengetahuan. Dia punya kepala dan jari-jari kaki seperti kera yang memungkinkan dia memanjat pohon dengan mudah, tapi tangan, pergelangan tangan dan panggul menunjukkan bahwa ia berjalan seperti manusia modern dan tidak berjalan seperti simpanse atau gorila. "Orang-orang sedikit banyak mengasumsikan bahwa simpanse modern belum begitu berkembang, bahwa nenek moyang terakhir lebih kurang seperti simpanse dan itu sudah menjadi ... garis keturunan manusia ... itu telah menyelesaikan semua perkembangan," kata White . "Tapi 'Ardi' bahkan lebih primitif daripada simpanse," kata White Jadi simpanse dan gorila tidak berjalan tegak karena mereka lebih primitif daripada manusia - mereka telah mengembangkan karakteristik ini yang membantu mereka tinggal di hutan. White, Berhane Asfaw dari Rift Valley Research Service di Addis Ababa dan sebuah tim besar menganalisa semua tulang 'Ardi' dan menemukan dia mungkin lebih cinta damai daripada simpanse modern. Misalnya dia tidak memiliki taring tajam dan panjang seperti simpanse yang digunakan untuk berkelahi. Laki-laki dan perempuan memiliki ukuran gigi yang sama, menunjukkan lebih banyak persamaan dari pada kera modern. Tetapi otaknya kecil, posisinya lebih mirip dengan Australopithecus dan manusia modern, visual dan persepsi spasialnya lebih menyerupai manusia modern. (EpochTimes/Reuters/dia) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pengacara HAM Ungkap “Perampasan Organ” di China
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Ribuan Pendukung Thaksin Banjiri Ibukota Thailand
- Tuan Qin yang Gemar Barang Antik
- Sasaran Utama Teroris Bukan Barrack Obama
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- China Menekan Portland Atas Pawai Tibet
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Kemampuan Fisik Manusia Merosot Karena Teknologi Modern
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
Washington - Penemuan kerangka manusia yang hidup pada 4,4 juta tahun yang lalu menunjukkan bahwa manusia bukan hasil dari evolusi simpanse-sebagai nenek moyang, para peneliti melaporkan pada hari Kamis (1/10).


Mozilla Firefox