| Peringatan 9 Tahun Epoch Times |
| Era Baru News | Minggu, 22 November 2009 |
|
Perayaan meriah dirayakan bersama para pemimpin terkemuka di Washington, DC, anggota masyarakat Asia, para pemimpin dalam komunitas bisnis minoritas dan pendukung Epoch Times. Hadir juga Mrs. Annette Lantos, istri almarhum Tom Lantos, asisten pendiri Kongres Kaukus Hak Asasi Manusia; mantan Duta Besar denmark Richard Swett, dan anggota dewan dari Yayasan Hak Asasi Manusia Tom Lantos dan Heyward Davenport, direktur Badan Pengembangan Bisnis Minoritas Nasional daerah timur laut. "Kami di sini merayakan sembilan tahun pemberitaan yang sangat profesional, sangat terbuka, dan sangat penting melaporkan bahwa The Epoch Times telah berhasil mengedepankan kebenaran yang mana tidak banyak dilakukan oleh media lain di belahan dunia lain," kata Duta Besar Swett . The Epoch Times edisi bahasa Mandarin mulai diterbitkan di New York pada Mei 2000 sebagai tanggapan terhadap meningkatnya kebutuhan liputan tanpa sensor peristiwa-peristiwa yang terjadi di China. Tiga tahun kemudian, The Epoch Times edisi bahasa Inggris diluncurkan di web pada September 2003. Sejak awal penerbitannya, The Epoch Times telah tumbuh menjadi surat kabar global, yang diterbitkan di lima benua, 30 negara, dan 17 bahasa. Dengan media cetak dan online dalam multi bahasa, The Epoch Times telah secara alami menjadi saluran untuk mencapai dan menghubungkan beragam kelompok budaya. The Epoch Times edisi AS diterbitkan mingguan di enam kota antara lain: Washington, DC, Boston, Dallas, San Francisco, Los Angeles, dan di New York diterbitkan setiap hari. Ini adalah misi The Epoch Times untuk menjadi suara independen dalam media cetak dan web, menempatkan kepentingan para pembaca sebagai prioritas. The Epoch Times dalam isinya berusaha untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal, kata para pembicara pada gala tersebut. Sebuah kekuatan khusus dari The Epoch Times adalah terus-menerus menjangkau China, menyajikan berita-berita asli yang tidak ditemukan dalam penerbit lain. Mr. Heyward Davenport, direktur Badan Pengembangan Bisnis Minoritas Nasional wilayah timur laut, mengucapkan terima kasih kepada Epoch Times edisi bahasa Mandarin untuk pekerjaannya mendukung Asia dan perusahan milik kelompok minoritas. Dia mengakui pentingnya bisnis milik minoritas bagi ekonomi AS, menyoroti keberhasilan bisnis komunitas Asia tertentu di Amerika. "Mereka telah menjadi teman saya di New York selama enam tahun, menerbitkan informasi tentang apa yang kami lakukan untuk Asia dan komunitas bisnis Minoritas," kata Mr. Davenport. "Saya tahu tentang The Epoch Times, karena saya bertemu dengan beberapa teman anda di Indian Festival. Saya tahu betapa banyak [The Epoch Times] terlibat dalam masyarakat, bukan hanya masyarakat China, tetapi komunitas lain juga, "kata Wakil President Bank Sentral Amerika Ajaz Shiddiqi.
"Ada jutaan orang di China yang suaranya didengar sebagai hasil dari pengabdian anda untuk kebebasan pers. Keberanian anda untuk menegakkan dan membela kebebasan dalam menghadapi bahaya, dan tekad untuk menentang tirani akan selamanya menjadi bagian dari catatan sejarah," kata anggota Kongres dari Florida Gus Bilirakis dalam surat pengakuan tertulis yang diajukan oleh anggota staf kongres Tim Tracy. Ms. Lily Qi atas nama Isiah Leggett Eksekutif daerah Montgomery Maryland menyerahkan, sertifikat sebagai pengakuan dan penghargaan untuk pelayanan The Epoch Times kepada masyarakat China yang sedang tumbuh. Ms. Qi juga koordinator Kemitraan Asia Pasifik. Gala dinner dimeriahkan dengan peragaan Busana Han dari dinasti Tang kuno, dinasti Song dan dinasti Ming. Juga hadir dalam acara ini: Kenneth Clark, Presiden dan CEO Minority Supplier Development Council di Washington, DC dan Maryland; Vellie Dietrich-Hall, petugas dari Biro Sensus Amerika Serikat; Dr. VP Vaidik, ketua Dewan Kebijakan Luar Negeri India dan aktivis demokrasi China Wei Jingsheng. "Dengan kehadiran dan kolaborasi global kami, kami percaya bahwa kami tidak akan lama lagi menjadi salah satu media penyimpan rahasia terbaik dan akan segera mengambil tempat sebagai media utama yang dapat dipercaya-dan menjadi pilihan pertama anda untuk mendapatkan berita," kata John Nania, Editor yang menjadi pimpinan Epoch Times bahasa Inggris. (Erabaru/EpochTimes/dia) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pabrik Nuklir Bocor VS Hak-hak Negara Bagian
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- 7 Sen
- Misteri Penampakan Naga
- Membayangkan Plum Dapat Menghentikan rasa Haus
- Misteri Penampakan Naga
- Korban Penyergapan Teroris Aceh Bertambah
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Gempa Chili Telah Memperpendek Rentang Hari
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
Washington, DC - The Epoch Times merayakan ulang tahun kesembilan penerbitannya, pada 13 November, dengan gala dinner di Hilton Arlington, VA.
Pimpinan pemerintah pusat dan daerah menyampaikan penghargaan dan dukungan untuk The Epoch Times.

Mozilla Firefox