Home

VIDEO NTDTV

This text will be replaced

 

mendidik anak2 parentingBagaimana pendidikan keluarga itu berjalan sukses ? Di mana jalan kesuksesan pendidikan keluarga itu sebenarnya ? Bagaimana cara menjalaninya ? Menurut kami, para kepala keluarga dapat menjelajahi praktek terkait dari beberapa aspek berikut ini.

Dampak halus (pengaruh secara halus dan tak terasa)

Hasil penelitian menunjukkan : pembelajaran anak yang paling awal dimulai dengan cara meniru. Sejak dini, mereka akan "melarutkan" ke dalam otak atas sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakan mereka. Dan tanpa disadari akan ditiru/diterapkan di kemudian hari. Karena itu, pendidik terkenal bernama Makarenko (Anton Semiohovich, 1888~1939, pakar pendidikan dan penulis dari Uni Soviet) mengatakan : "Orangtua adalah guru anak-anak yang pertama dalam hidup mereka, setiap kata, tindakan, ekspresi, bahkan dunia spiritual mereka (orangtua) akan berdampak secara halus pada anak-anak. (Pengaruh secara halus dan tak terasa kepada pikiran seseorang)."

Biasanya, cukup banyak kita saksikan pemandangan di jalanan, halaman rumah, koridor, para orangtua yang berkacak pinggang "membentak anak" sambil memelototkan matanya. Para orangtua ini menganggap "membentak" adalah hak istimewanya selaku orangtua, bahkan parahnya lagi, ada yang memukul disertai tendangan. Akibat dari "pelajaran" ini malah kerap kontraproduktif, di samping meningkatkan kebencian dan antipati, tidak ada pelajaran positif yang bisa dipetik.

Pendidikan secara teladan lebih baik daripada memberi pelajaran (menghukum) kepada anak-anak bukan hak istimewa orangtua. Memberi teladan dan wejangan secara bersamaan barulah merupakan tanggung jawab orangtua. Karena itu, bagi anak-anak, yang dibutuhkan bukan seorang kritikus, tetapi teladan.

Di sebuah desa kecil di Provinsi Henan, Tiongkok, tiga bersaudara keluarga Lin telah menjadi mahasiswa doktoral. Mereka berasal dari keluarga petani, dan hidup miskin. Lalu apa rahasia kesuksesan keluarga mereka ? Terletak pada orangtuanya yang memberi contoh baik, mendidik dengan wejangan disertai teladan. Pasangan keluarga Lin memengaruhi ketiga putra mereka dengan perilaku dan sikap mereka yang baik selaku orangtua sejak prasekolah dan selama proses belajar mengajar ketiga putra mereka. Kedua generasi (suami-istri) ini setiap hari belajar bersama dalam suasana di bawah temaran lampu lilin, hingga ketiga putra mereka masuk ke perguruan tinggi.

Hebatnya lagi, mereka sangat miskin, namun, mereka berlangganan majalah sains dan mempelajari ilmu pengetahun terkenal di dunia, sehingga membuat ketiga putranya itu tidak hanya sudah membacanya beberapa kali, bahkan mendiskusikannya beberapa kali ; di sekeliling tembok rumah mereka, dipenuhi dengan tempelan berbagai macam catatan, di atas tembok tersebut bertuliskan kata-kata mutiara dan pepatah bijak terkenal. Begitulah ketiga putra keluarga Lin ini dewasa dalam suasana miskin namun dipenuhi dengan semangat juang yang luhur. Hal ini telah memberi pengaruh yang sangat mendalam tehadap wawasan hidup maupun sublimasi kepribadian mereka.

Hal yang mengharukan dari keluara Lin dalam mendidik anak-anaknya, bukan karena telah berhasil mendidik ketiga putranya itu sukses sebagai doktor, tetapi ketegaran mereka dalam kemiskinan, semangat menempa diri untuk maju, semangat juang yang tak pernah padam. Semangat ini telah tertanam secara mendalam ke dalam pikiran masing-masing putranya, ketekunan , perbaikan diri, semangat, rajin. Tempaan telah menempa karakter mereka, mendorong semangat juang mereka, dan mengembangkan sepenuhnya potensi belajar mereka masing-masing.

Biarkan anak-anak belajar bagaimana membuka lembaran baru dalam hidupnya

Membuka lembaran baru dalam hidup seseorang merupakan dasar baginya untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri, jika menghendaki anak yang berguna, terlebih dahulu ajarkan dia bagaimana bertingkah laku. Ini adalah tugas utama dari pendidikan keluarga. Orangtua yang tidak bisa menyadari hal ini, tidak akan berhasil mendidik putra-putri yang tahu bagaimana menghormati orangtua atau senior mereka, apalagi menciptakan pilar negara dan elite sosial.

Perlu dicatat : Jujur dan baik hati merupakan dasar yang "berguna". Hanya dengan memiliki kualitas yang baik dan kepribadian yang sempurna baru berkemungkinan menjadi seorang yang berguna bagi otonomi social. Bukan umpan meriam yang dikendalikan sesukanya kelak di kemudian hari atau robot yang tidak berjiwa. "Sekrup-sekrup" yang diproduksi massal yang menyimpang dari peradaban modern, sebenarnya setara dengan tidak adanya pemikiran independen, mayat berjalan yang tidak kreatif, yang sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan kemajuan masyarakat dan kebahagiaan keluarga individu, "obeng" yang hanya bermanfaat bagi mereka yang menggunakannya secara tidak bertanggung jawab. Contoh yang miris ini banyaknya tak terhitung, meskipun di sisi kita juga banyak contohnya. Celakanlah manusia jika hanya menitikberatkan secara intelektual menyepelekan moralitas!

Tidak sedikit yang berpendapat, bahwa yang dihadap pada abad ke-21 ini adalah tantagan revolusi "Teknologi Baru". Namun, justru di saat demikian, UNESCO (organinsasi pendidikan dunia) malah mengemukakan bahwa yang dihadapi manusia di abad ke-21 ini, pertama adalah "tantangan moral dan etika". Formulasi ini didasarkan pada hasil survei skala luas yang berbasis global, yang disimpulkan analisisnya oleh ahli dari berbagai negara.

1. Sesuatu yang Anda persembahkan untuk orang lain akan dirasakan olehnya, karena itu Anda akan mudah diterima orang lain, Anda memiliki hubungan pergaulan yang lebih baik dengan orang. Hubungan baik antar sesama merupakan jaminana utama keberhasilan usaha seseorang.

2. Mereka yang bermoral tinggi, kerap berdada lapang, sangat optimis sebab mereka tidak begitu mempertimbangkan untuk diri sendiri, demikian juga dengan emosi kehilangan atau mendapatkan juga sedikit. Emosi yang positif ini, sangat membantu dalam kesuksesan karier.

3. Mereka yang suka membantu orang lain cenderung merasa bahagia, karena dari balasan yang diterima atas bantuan mereka itu juga mendapatkan kepastian atas nilai personalnya. Rasa bahagia ini merupakan 'propelan' penting atas keberhasilan yang didapatkan dalam upaya hidupnya.

Mendorong perkembangan kualitas anak-anak secara komperehensif

Anak-anak bagaikan sebuah bibit, dalam proses pertumbuhannya membutuhkan air, tanah, sinar matahari, dan nutrisi. Terapkan pendidikan yang bermutu, meminta pihak sekolah, masyarakat dan keluarga untuk secara komperehensif mendidik generasi berikut berdasarkan garis haluan pendidikan, mendorong pertumbuhan sehat jasmani dan rohani mereka.

Kita berada di abad ke-21, yang dihadapi anak-anak adalah tantangan dan peluang pengetahuan di era ekonomi, mereka tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kepribadian yang sehat, dan fisik yang lebih kuat. Kemampuan inovasi yang lebih aktif dan praktek yang lebih kuat. Semua ini perlu dipupuk sejak dini.

Doktor termuda berkebangsaan Tiongkok dalam sejarah Universitas Cambridge,Inggris, baru berusia 22 tahun. Pertumbuhan dan pembinaannya, dapat disaksikan dan digapai oleh orang biasa. Ketika orangtuanya menyinggung tentang pendidikan keluarga, berturut-turut ia mengucapkan beberapa patah kata "mau" dan "tidak mau".

Sebelum belajar, kita harus menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa ingin tahu anak, kita harus memupuk kebiasaan belajar yang baik dari anak-anak dan kemampuan mengatasi kesulitan, jangan hanya menitipkan anak ke pihak sekolah lalu lepas tangan begitu saja. Bimbing dan pupuk mereka, jangan biarkan anak-anak secara membabi buta bergantung pada tuntunan orangtua, dan jangan memukul rasa percaya diri anak.

Daniel Goleman, profesor psikologi dari Universitas Harvard , AS mengatakan : "Keberhasilan seseorang, indeks IQ hanya menempati 20%, sementara EQ dan faktor lain menduduki 80%.(Secretchina/Jhoni/Yant)

 

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.