Era Baru News >> Top News >> Cermin Kehidupan >> Menguak Kehidupan Nyata Orang Aneh di Luar Duniawi (18)
Menguak Kehidupan Nyata Orang Aneh di Luar Duniawi (18)
Ditulis oleh Qi Renjia Senin, 26 Desember 2011

alt

Kata Pengantar: Mr. Ping adalah manusia aneh  yang berkultivasi Tao bawaan yang pernah saya kenal dengan usia lebih dari 500 tahun. Semua artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan kenangan, bahkan mengintegrasikan kenangan beberapa orang, serta percakapan saya dengan Mr. Ping selama bertahun-tahun. Saya merangkumnya menjadi satu, ada tambahan beberapa tulisan di antaranya, agar artikel lebih logis dan nyambung, namun tidak menyimpang dari fakta. Karena pengalaman ini, saya menemukan di dalam  dunia ini ada  banyak hal yang sama sekali  tidak terbayangkan oleh orang, setelah membaca, kebanyakan dari mereka akan mengubah pola berpikirnya.

18. Membasmi monster

Setelah sampai di danau Dongting, pertama Mr. Ping menyusun strategi Naga untuk menutup semua jalan keluar monster ikan hitam itu, dia kemudian melepaskan Yi, Yi berperang melawan monster ikan hitam. Akhirnya monster ikan hitam itu terbunuh, dan mati tenggelam di dasar danau.

Pada malam itu, turun badai angin dan hujan. Kami menemukan sebuah rumah yang sudah rusak di pinggir danau, mungkin dibangun oleh nelayan kemudian ditinggalkan karena sudah rusak. Daun pintu dipaku dengan selembar papan jatuh ke lantai di bawah sudut tembok. Saya  mengambil daun pintu tersebut. Di lantai ada tumpukan jerami, saya membalik jerami, di bawahnya sangat basah dan ada serangga. Kami membersihkannya, membuang bagian yang basah, kemudian menutupnya dengan rumput kering, lalu kami duduk di atasnya.

Bagian rumah yang menghadap ke arah danau ada sebuah jendela kecil, dapat melihat pemandangan danau. Mr. Ping menyerahkan saya ke Shinse Ajaib, dia berulang kali meminta saya agar jangan sembarangan berkeliaran, tinggal di dalam rumah jangan keluar, jangan mendekat ke danau. Saya mengangguk, Mr. Ping kemudian membawa stoples keluar menuju danau.

Hari itu langit kelabu, tidak dapat melihat pemandangan danau di sisi lain, batasan pertemuan antara langit dan air juga samar-samar, kabut di atas danau terbentang luas, pemandangan tersebut membuat hati saya sangat terbuka, santai dan bahagia. Tapi yang paling saya harapkan adalah melihat saat-saat pertempuran monster Yi melawan ikan hitam pada malam hari. Karena telah menunggu begitu lama dan telah mempersiapkannya di sepanjang jalan, semua itu adalah demi momen ini.

Setelah Mr. Ping pergi, saya dan Shinse Ajaib tinggal di dalam rumah yang rusak itu.  Shinse Ajaib duduk bersila di atas jerami yang kering, dia bertanya pada saya, “apakah pernah bermeditasi masuk ke dalam kondisi hening?” Saya bingung menggelengkan kepala. Shinse Ajaib tertawa, mulutnya berkata, “sayang…sayang.” Saya tidak mengerti maksud Shinse Ajaib itu, namun Shinse ajaib hanya tertawa tidak menjelaskan lebih lanjut. Setelah hari gelap, tiba-tiba angin bertiup kencang, semakin lama semakin kencang, sepertinya akan turun hujan lebat. Saya memandang ke arah danau, awan hitam dimana-mana, tidak bisa melihat apapun.

Saat ini Shinse Ajaib baru membuka mulut dan berkata pada saya, sekarang perang akan segera dimulai, ia juga akan melihat pertempuran tersebut. Saya bertanya, bagaimana caranya melihat? Shinse Ajaib mengatakan bahwa pertempuran ini ada di dasar danau, dan terjadi di alam lain, mata fisik saya ini tidak dapat melihatnya. Paling-paling hanya melihat di permukaan danau ada riak yang muncul, tapi karena sangat gelap mungkin apa juga tidak terlihat.  Setelah itu Shinse Ajaib mengelus kepala saya, sambil tertawa terbahak-bahak.

Sekarang saya menyadari apa maksud Shinse Ajaib mengatakan “sayang...sayang.” Saya dengan cepat mengeluarkan kepala keluar dari jendela, memandang ke arah danau, hanya melihat seluruh pemandangan hitam gelap, air danau juga hitam gelap, tidak bisa melihat apa-apa. Saya jadi sangat cemas, merasa kehilangan, tidak ingin melewatkan pertempuran sengit ini, saya dengan cepat berbalik badan, mohon kepada Shinse Ajaib coba cari jalan keluar membawa saya untuk malihatnya.

Namun begitu saya memalingkan kepala, Shinse Ajaib telah duduk bersila masuk ke dalam kondisi hening. Saya merasa kehilangan lalu duduk di sudut ruangan. Terpaksa menunggu peperangan selesai baru bertanya kepada Mr. Ping apa yang terjadi. Hujan semakin lama semakin lebat, curahan hujan membuat genting di atas atap berdering, tiupan angin membuat air hujanpun masuk melalui pintu. Saya segera menutup pintu dan menahannya dengan kayu. Tidak lama kemudian lantai mulai basah, dan atap juga bocor, air mengalir ke bawah melalui atap yang bocor jatuh ke tubuh Shinse Ajaib, namun Shinse Ajaib tidak menyadarinya, sama sekali tidak bergerak. Saya segera mencari sesuatu untuk menutupinya, memayungi Shinse Ajaib.

Saya sambil memayungi Shinse Ajaib, sambil berpaling melihat sisi danau, tidak bisa melihat apa-apa. Saya tidak tahu sudah berapa lama, tiba-tiba melihat lingkaran cahaya putih, sangat terang, berbentuk lingkaran berputar, seperti dipancarkan dari dasar danau, langsung memancar ke langit, dalam kegelapan saya melihat ini dengan jelas sekali. Setelah berlangsung beberapa detik, cahaya menghilang, kemudian gelap lagi, dan tidak melihat apa-apa lagi.

Perlahan-lahan hujan berhenti, angin juga berhenti. Tengah larut malam, Shinse Ajaib terbangun dari kondisi hening, ia memegang jenggotnya berkata sangat seru, benar-benar pikirannya baru terbuka. Saya semakin penasaran, dengan cepat bergegas bertanya kepada Shinse Ajaib apa yang terlihat, apakah monster ikan hitam telah disingkirkan oleh Mr. Ping. Shinse Ajaib menatap saya melihat saya cemas, dia hanya tertawa tidak menjawab, tampaknya sengaja menggoda saya dan seperti membuat masalah jadi misterius, dia menggelengkan kepalanya mengatakan, “rahasia langit tidak boleh diungkap.” Saya merasa kehilangan.

Tidak lama kemudian, Mr. Ping kembali, hujan begitu lebat, saya melihat badannya tidak basah, rambutnya juga kering. Saya cepat memegang Mr. Ping bertanya apa yang terjadi, bagaimana akhirnya monster ikan hitam itu. Mr Ping, kemudian dengan beberapa kata singkat menjawab pertanyaan saya, seperti yang disebutkan di atas: Mr. Ping menyusun strategi Naga  untuk menutup semua jalan keluar monster ikan hitam itu, dia kemudian melepaskan Yi, Yi berperang melawan monster ikan hitam. Akhirnya monster ikan hitam itu terbunuh, dan mati tenggelam di dasar danau.

Saya benar-benar kecewa, mereka tahu apa yang terjadi, dan tahu itu sangat seru, namun tidak mau bercerita kepada saya. Perlahan-lahan hati saya bergejolak muncul kemarahan dan kebencian pada mereka, saya seorang diri duduk di pojok, tidak menghiraukan mereka.
 
Mr. Ping sepertinya tahu apa yang saya pikirkan, ia duduk di samping saya, saya tidak mau  melihat dia. Mr. Ping mengatakan, “rasa ingin tahu belum tentu sesuatu yang baik, manusia fana selalu suka petualangan, selalu ingin melihat hal-hal yang baru, tetapi selalu mengabaikan esensi misterius dibaliknya. Ini adalah manusia yang tersesat, jadi selalu tersesat sepanjang masa, tetapi orang yang berkultivasi malah menggunakan misterius melihat keindahannya, sehingga muncul kebijakan, dan menjadi jiwa Dewa.”

Kata-kata Mr. Ping yang tenang dan datar, melepaskan simpul hati saya, saya mengangguk  dengan lembut, tahu diri saya telah salah.

Saya tiba-tiba teringat cahaya putih tengah malam di danau, saya bertanya pada Mr. Ping apa itu. Mr. Ping berpikir sejenak, mengatakan itu adalah Asura yang bersembunyi di dalam danau, mungkin peperangan telah menguncangkan mereka sehingga mereka melarikan diri dari sarangnya karena ketakutan. Saya sangat terkejut bertanya, bagaimana Asura bisa di Bumi, bagaimana bisa bersembunyi di dasar danau.

Mr. Ping mengatakan, Asura juga dibagi ke dalam banyak jenis, dibagai dalam berbagai tingkatan dan alam. Sejak zaman kuno di planet bumi ini sudah ada Asura, tapi taraf tingkatan mereka sangat rendah, adalah Asura yang terendah. Asura yang tingkatannya tinggi tidak akan datang ke Bumi. Hanya pada zaman dulu hal seperti ini sangat sedikit, kadang-kadang akan ketemu. Sekarang fenomena langit berubah, Yin dan Yang berbalikan, maka makhluk ini juga mengambil kesempatan, secara besar-besaran bergegas turun ke Bumi. Mereka terus berhubungan dengan manusia, juga mengajarkan sesuatu dan cara-cara sesat kepada umat manusia, ini sangat rahasia, tidak boleh di ungkapkan.

Mereka juga memiliki meridian yang berhubungan dengan dunia mereka, mampu menyampaikan informasi dan energi. Meridian mereka terus berhubungan dengan dunia tempat mereka hidup, dapat bertukar informasi dan transfer energi dengan mereka. Bertahun-tahun yang lalu, mereka berhasil menembus beberapa lapisan ruang waktu yang dekat dengan manusia. Dalam ruang dan waktu ini, mereka membentuk basis, titik akupuntur, dan kemudian ditata penuh dengan meridian mereka, sampai terus berhubungan ke Bumi. Setelah proyek ini selesai, mereka mulai berbondong-bondong dalam jumlah besar datang ke dunia manusia. (Dajiyuan/lim)

(Bersambung)

Menguak Kehidupan Nyata Orang Aneh di Luar Duniawi (19) 

 

Comments  

 
+5 # Agus 2011-12-27 12:40
Eh.. ternyata masih ada kelanjutannya...
Kelanjutannya dua bulan lagi ya ...
Reply | Reply with quote | Quote