Home

VIDEO NTDTV

This text will be replaced

 

kasus-zhou-yonkang

Baru-baru ini beredar berita yang menyebutkan bahwa Zhou Yongkang ditahan di suatu tempat di Mongolia Dalam.

Berkaitan dengan seriusnya kasus Zhou, tim penyidik memandang perlu melakukan tindakan preventif guna mencegah kemungkinan Zhou melakukan bunuh diri sebagai upaya penolakan penyidikan.

Pihak berwenang menerapkan pengawalan melekat selama 24 jam terhadap diri Zhou. Menggunakan petugas jaga yang tidak memiliki hubungan dengan instansi dalam sistem Hukum dan Politik. Para petugas ini bertanggung jawab langsung kepada Daerah Militer Beijing dan Biro Pusat Polisi Pengawal.

Zhou Yongkang ditahan di suatu Pangkalan Militer di Mongolia Dalam

Tempat penahanan Zhou diisukan berbeda-beda oleh media asing dan salah satunya adalah Pangkalan Militer China di Mongolia Dalam. Kabarnya, keluarga Zhou tidak diperkenankan untuk membesuk.

Zhou Yongkang dijaga sangat ketat dan benar-benar menghindari sistem Hukum dan Politik. Penjagaan 'ring dalam' dilakukan oleh petugas dari Daerah Militer Beijing dan Biro Pusat Polisi Pengawal. Sedangkan 'ring luar' dijaga oleh petugas dari Dinas Keamanan dan Ketertiban Umum Mongolia Dalam dan Polisi Bersenjata Mongolia Dalam.

Di dalam tempat penahanan, Zhou Yongkang tetap dapat menikmati fasilitas hidup yang cukup baik kecuali menonton TV, membaca koran, menggunakan telepon. Ia dikawal secara melekat (dilayani) oleh tentara yang diskrining ketat oleh yang berwajib selama 24 jam untuk menghindari Zhou bunuh diri karena menolak penyidikan.

26 Januari 2014, Xi Jinping tiba di Mongolia Dalam untuk melakukan serangkaian kunjungan sekaligus menginspeksi perbatasan. Pada 30 Januari 2014 menjelang Tahun Baru Imlek, ia masih berada di Padang rumput Xilingol Mongolia Dalam menyaksikan festival musim dingin Naadam dan memberi ucapan selamat tahun baru Imlek kepada masyarakat dalam dan luar negeri. Ini menandakan besarnya perhatian Xi terhadap Mongolia Dalam.

Memperluas lingkupan kasus Zhou untuk mencapai inti permasalahan

Saat ini, media sedang menanti kapan saat dan dengan cara apa kasus Zhou dipublikasikan. Pada saat yang sama, pihak Zhongnanhai terus memperluas ruang lingkup kasus untuk mencapai inti permasalahan.

Mantan Kepala Biro Keamanan dan Ketertiban Umum Liaoning, Wakil Ketua CPPCC tingkat propinsi Li Wenxi telah ditahan dan langsung dibawa ke Beijing untuk diinterogasi oleh Komisi Kedisiplinan menjelang tahun baru Imlek. Sebelum dimutasi ke Beijing, ia menjabat wakil menteri perminyakan pada 1985, Zhou Yongkang bertugas di Liaoning.

Belum ada berita resmi terkait diinterogasinya Li Wenxi, tetapi sumber dari Beijing mengatakan bahwa Li Wenxi diinterogasi atas keterlibatan dirinya dan sebagai saksi penting untuk mengungkap keterlibatan langsung Zhou Yongkang dalam pengambilan paksa organ hidup.

Li Wenxi adalah tokoh sentral dalam pelaksanaan penganiayaan terhadap Falun Gong. Ia juga salah satu kandidat terpilih untuk menduduki posisi penting dalam 'kabinet' garapan Zhou Yongkang dan Bo Xilai bila kudeta berhasil. Ia terlibat dalam pengambilan paksa organ hidup. Namanya dicantumkan dalam daftar nama orang-orang yang bertanggung jawab oleh Organisasi Internasional untuk Penyidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong (WOIPFG). Ia menghadapi tuntutan penganiayaan hingga meninggal dunia terhadap praktisi Falun Gong yang bernama Gao Rongrong.

Pemecatan Li Wenxi memiliki arti penting bagi Zhongnanhai yang berhasil memperluas lingkupan penyidikan kasus Zhou hingga propinsi Liaoning dan mendekatkan kasus pada inti permasalahan.

Inti kasus Zhou yakni masalah Falun Gong

Pemaparan kejahatan yang dilakukan oleh Zhou terus bermunculan sejak awal tahun ini. Terutama yang berkaitan dengan kejahatan terhadap Falun Gong. Pengambilan paksa organ hidup adalah kejahatan yang paling serius terhadap kemanusiaan.

Apa yang ditakuti oleh Jiang Zemin, Zeng Qinghong adalah pengungkapan inti kejahatan Zhou, yakni masalah Falun Gong. Diperkirakan ada sekitar 3.36 juta orang praktisi Falun Gong yang dianiaya hingga meninggal dunia dalam 15 tahun belakangan ini. Sementara, kejahatan pengambilan paksa organ hidup PKC terekspos ke seluruh pelosok dunia. Para pemimpin China sekarang tidak bersedia menjadi kambing hitam, memikul tanggung jawab kejahatan yang dilakukan oleh kelompok Jiang Zemin.

Oleh karena itu dalam menghadapi kasus Zhou Yongkang, kelompok Jiang berkali-kali mengeluarkan ancaman 'mati bersama', berusaha untuk mengganggu penyidikan. Bekerjasama dengan saluran mereka di luar negeri, menerbitkan 'informasi rahasia' di Offshore Leaks yang menyebut bahwa para pemimpin yang berkuasa sekarang beserta keluarga mereka memiliki dana hasil korupsi yang disimpan di luar negeri. Maksudnya tak lain adalah mengharap kasus Zhou dapat diputus sama dengan Bo Xilai yang melakukan kejahatan berupa korupsi, penyimpangan wewenang dan sejenisnya tanpa melibatkan isu Falun Gong.

Peristiwa penganiayaan terhadap Falun Gong yang berlangsung 15 tahun telah tersebar dan menjadi perhatian masyarakat dunia. Hal itu mencuatkan isu Falun Gong menjadi masalah terbesar di China yang sudah tidak dapat dihindari. Memaksa mereka yang berkuasa untuk memilih mau atau tidak memikul tanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ini. Selain itu, para pemimpin yang berkuasa sekarang juga sudah tidak mampu lagi untuk menutup-nutupi penganiayaan, sehingga membiarkan suhu penyidikan terhadap kasus Zhou Yongkang terus meningkat.

Analisis komentator Xia Xiaoqiang berbunyi, "karena kejahatan inti Zhou adalah masalah Falun Gong, menyangkut pengambilan paksa organ hidup praktisi dan kejahatan kemanusiaan lainnya, bilamana kasus Zhou diputus berdasarkan tuntutan itu, berarti Jiang Zemin, Zeng Qinghong, Luo Gan dan lainnya akan mendapat perlakuan sama seperti Zhou Yongkang. Oleh sebab itu mereka sangat takut menghadapinya." (sinatra/rahab)

 

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.