Monday, December 6, 2021
HomeUncategorizedEmpat Pukulan Telak Sebelum Xi Mengunjungi AS

Empat Pukulan Telak Sebelum Xi Mengunjungi AS

Gu Qinger

Menjelang kunjungan kenegaraan September ke Amerika Serikat, Xi Jinping berinisiatif melakukan 4 serangan secara beruntun. Pertama, Ling Jihua di-“Shuang Kai (dipecat dari keanggotaan partai dan dari jabatannya)” dan ditangkap pada 20 Juli. Kedua, Zhou Benshun ditangkap pada 24 Juli. Ketiga, Guo Boxiong pada 30 Juli diseret ke pengadilan. Keempat, Ling Wancheng pada 4 Agustus lalu yang membawa lari dokumen berisi sejumlah Top Secret para elite Partai Komunis Tiongkok (PKT) dinyatakan telah melarikan diri ke AS dan RRT akan mengajukan extradisinya kepada pemerintah AS.

Untuk diketahui, bahwa Ling Jihua adalah mantan Menteri Front Persatuan, mantan kepala kabinet/kepala Kantor Umum Pusat PKT. Zhou Benshun adalah mantan sekretaris Komisi (pimpinan) Provinsi Hebei dimana kota Beijing berada. Guo Boxiong adalah mantan jendral, wakil ketua Komisi Milter Pusat PKT. Ling Wancheng adalah adik Ling Jihua, pebisnis kaya, mantan Wakil Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok.

Selain itu Biro Politik Pusat PKT setelah melalui pertimbangan, meloloskan aturan baru bahwa para pejabat PKT harus bisa naik bisa turun. Bersamaan itu, pasukan PKT demi menyatakan setia terhadap presiden Xi Jinping, melakukan pergerakan besar dan mulai terlibat dalam konflik elite Zhongnanhai (sebutan untuk Gedung Putih RRT berupa kompleks kediaman dan kantor elite PKT di Beijing).

Selain itu, gelombang gugatan dari dalam dan luar RRT terhadap Jiang Zemin seolah tak dapat dibendung lagi. Sejak akhir Mei hingga 30 Juli lalu, minghui.net di luar Tiongkok telah menerima copy gugatan terhadap Jiang itu dari 120.125 orang praktisi Falun Gong beserta keluarga yang ditujukan kepada Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung dan Departemen Keamanan pusat RRT. Ada analisa berpendapat, dari berbagai indikasi menunjukkan, perhitungan besar terhadap grup Jiang Zemin sudah dimulai.

Analisa sinolog Ji Da dari Washington DC Amerika beranggapan, menjelang Rapat Beidaihe, pertarungan antar elit PKT semakin seru sehingga situasi dan kondisi PKT teramat sensitif. Padahal pada September Xi Jinping akan berkunjung ke AS, pihak berwajib PKT kali ini melemparkan kasus Guo Boxiong, demi melepaskan sinyal politik besar. Tindakan Xi Jinping pra kunjungannnya ke AS ini memang diperlihatkan kepada dalam negeri RRT sendiri dan terhadap AS guna menunjukkan bahwa kekuasaan besar ada di genggamannya.

Pada 31 Juli, di hari kedua jendral Guo Boxiong dilengserkan, Xi Jinping telah menaikkan pangkat 10 orang perwira tinggi menjadi jendral. Pada hari itu, Xi juga telah menaikkan 8 orang pejabat kepolisian dari Pasukan Brimob PKT menyandang pangkat mayor jendral polisi. Pada 2 Agustus, artikel pada berita utama “Harian Tentara Pembebasan Rakyat” PKT menyebutkan, seluruh jajaran pasukan militer dan brimob secara bulat menyatakan sikap setia kepada Xi Jinping.

Komentator peristiwa aktual Fang Linda berpendapat, 3 anggota Komite Tetap Politbiro (hirarki kepemimpinan kolektif tertinggi di RRT yang beranggotakan 7 orang dan diketuai oleh Xi Jinping) yakni: Zhang Dejiang, Liu Yunshan dan Zhang Gaoli yang mewakili kekuasaan Jiang Zemin, merupakan penghambat utama dalam program Anti Korupsi “Menggebuk Macan” yang dicanangkan Xi Jinping.

Berdasarkan aturan politik PKT yang telah ada, sangat sulit menggunakan prosedur terkait untuk melengserkan mereka bertiga. Namun dengan adanya aturan baru itu telah mendobrak tabu batasan bahwa anggota Komite Tetap Politbiro tidak bisa dilengserkan, terbitnya Aturan Baru itu untuk mempersiapkan dan menyediakan landasan secara prosedural dan dalam bidang supremasi hukum bagi runtuhnya ketiga anggota Komite Tetap itu dikemudian hari. (whs/rmat)

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular