fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeFAMILYKELUARGATanda Orangtua yang Memberi Perhatian Berlebihan pada Anak

Tanda Orangtua yang Memberi Perhatian Berlebihan pada Anak

Anak adalah buah hati bagi orangtuanya. Dan setiap orangtua tentu sangat menyayangi anak-anaknya dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak – anaknya. Namun, terkadang karena rasa sayang yang berlebihan pada anaknya, sehingga menyebabkan para orangtua menjadi overprotektif dan berkesan berlebihan dalam memberikan perhatian pada anak – anaknya.

Sering kali orangtua juga dapat bertindak kurang rasional dan selalu mengatur setiap derap langkah kaki dari anak – anaknya. Hal ini mengakibatkan anak – anaknya mudah jatuh dalam kondisi depresi, trauma dan cemas, sehingga anak – anaknya tumbuh besar menjadi pribadi yang kurang mandiri, penakut, pendiam dan sulit untuk mengelola tekanan yang dialami dalam kehidupannya.

Berikut 5 tanda orangtua yang memberikan perhatian berlebihan pada anaknya.

Berbicara dengan guru beberapa kali dalam sebulan

Sebagai orangtua, Anda tentunya memilik segudang pertanyaan mengenai perkembangan anak di sekolahnya. Hal ini adalah wajar, bila Anda ingin bertanya pada guru anak Anda.

Namun, apabila Anda datang dan menemui guru beberapa kali dalam sebulan dan selalu mengeluh tentang mata pelajara maupun tugas- tugas yang diberikan guru yang sulit diterima oleh anak, ini sudah tidak benar adanya.

Sebagai orangtua sebaiknya dapat meluangkan sedikit waktu untuk berada disisi anak dan membantu anak Anda ketika belajar maupun dalam mengerjakan tugas yang tidak di mengerti olehnya.

Dengan demikian, selain Anda dapat menyadari sejauh mana kemampuan/daya pikir dari anak Anda, juga dapat melatih kemandirian dan disiplin pada anak Anda.

Segera menghentikan pertengkaran anak

Ketika Anak – anak bermain dengan saudara kandung atau teman sebayanya, tentu dapat menimbulkan perbedaan pendapat dan pertengkaran. Anda langsung mengambil sikap atau tindakan untuk menghentikan pertengkaran tersebut.

Sebaiknya Anda bersabar sejenak dan memperhatikan segala sikap dan prilaku anak Anda dalam menghadapi pertengkaran / perbedaan pendapat tersebut . Hal ini penting karena dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk terbiasa melatih keberanian dan kemampuannya dalam menghadapi dan menyelesaikan perselisihan yang terjadi. Dan nantinya anak Anda dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri, kuat dan tidak manja juga mengetahui kesalahannya sendiri.

Mengerjakan tugas sekolah anak Anda

Umumnya, karena rasa sayang yang berlebihan, sehingga para orangtua mudah melibatkan diri untuk mengerjakan tugas sekolah anak-anaknya. Kelihatannya seolah benar, akan tetapi ada kalanya anak Anda mampu mengerjakannya sendiri tanpa bantuan Anda.

Anda disarankan sebaiknya dapat memupuk keyakinan pada anak Anda, juga kebebasan, kesempatan dan waktu padanya untuk belajar mengerjakan tugas sekolahnya sendiri. Dengan demikian anak Anda dapat terbiasa hidup mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tuanya maupun pada orang lain.

Menolak kegagalan dari anak Anda

Ketika anak mengalami kegagalan dan hal yang mengecewakan yakni dalam ujian sekolah, tidak menjadi juara kelas atau gagal menjadi juara dalam perlombaan, Anda hendaknya dapat belajar untuk menerima kegagalan dan tidak selalu menyalahkan anak Anda.

Anda juga dapat memberikan dorongan semangat sepenuhnya pada anak, sehingga menambah keyakinan mereka untuk bangkit dan berusaha untuk lebih giat kembali untuk meraih kesuksesannya yang tertunda.

Jadi dapat diartikan, sebuah kegagalan adalah baik sebagai proses pembelajaran bagi anak untuk mengembangkan ketahanan, ketekunan dan ketabahannya dalam meraih sebuah kesuksesan sampai dewasa nantinya.

Anda menanamkan konsep bahwa anak Anda istimewa

Perasaan bangga karena memiliki anak yang berbakat adalah wajar bagi semua orangtua. Namun, perlu diingat bahwa Anda harus dapat bersikap wajar, rasional dan normal saja di hadapan anak Anda. Anda juga sebaiknya dapat menghindari sikap atau ucapan yang terlalu berlebihan dalam memuji anak.

Juga disarankan Anda sebaiknya dapat menghilangkan konsep yang terlalu membanggakan anak dan menggangap anak Anda adalah istimewa, meskipun dengan bakatnya telah membuat Anda bangga dan menjadi bintang dalam beberapa perlombaan.

Hal ini adalah penting, karena dapat melatih anak untuk terbiasa mengendalikan emosi dan perasaan hatinya,baik di saat sedih maupun gembira nantinya.(Antai/Yant)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular