Tiongkok Lepas USD. 120 Miliar Obligasi AS untuk Mengatrol Nilai Tukar RMB

finfacts.ie

Keterangan foto: Ilustrasi (finfacts.ie)

Oleh Liu Yi

Untuk mencegah jatuhnya nilai mata uang Renminbi (RMB), pemerintah Tiongkok belakangan ini menjual besar-besaran U.S. Treasury Bond untuk membeli kembali RMB. Hanya dalam Agustus saja, Tiongkok telah melepas obligasi itu senilai USD. 120 – 130 miliar yang dananya digunakan untuk mengintervensi pasar mata uang untuk mencegah kejatuhan lebih dalam nilai RMB.

Sejak Bank Sentral Tiongkok menurunkan kurs tengah nilai tukar mereka sebesar 2.000-an poin pada 11-12 Agustus lalu, nilai mata uang RMB jatuh sekitar 3 %. Devaluasi RMB itu menimbulkan guncanggan di pasar uang dunia. Karena pasar khawatir pemerintah Tiongkok akan memanfaatkan devaluasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, maka pelepasan besar-besaran RMB berlangsung di pasar.

Sementara itu, modal juga mengalir keluar Tiongkok dengan deras. Untuk menghentikan gerak pasar menjual RMB dan mencegah modal mengalir keluar, pemerintah Tiongkok berusaha untuk membeli kembali RMB dengan menjual obligasi AS mereka, berharap nilai tukar bisa berada cukup stabil di sekitar 6.4.

Menurut pemberitaan Wall Street Journal pada 7 Oktober 2015 lalu bahwa untuk mencegah nilai tukarnya tidak jatuh menembus angka 6.4 pemerintah Tiongkok — sebagaimana yang dituturkan oleh sumber dari Bank Sentral Tiongkok : sekitar USD. 120 – 130 miliar obligasi AS telah dilepas ke pasar pada Agustus lalu untuk mengangkat nilai mata uang RMB.

Laporan juga menyebutkan bahwa seiring dengan Tiongkok menjual, beberapa negara pelaku pasar justru membeli obligasi AS itu, antara lain India yang sampai Juli ini tercatat memiliki jumlah obligasi AS senilai USD. 116,3 miliar, meningkat dari Juli tahun lalu yang hanya USD. 79.7 miliar. Sampai dengan September ini, jumlah obligasi Treasury AS yang dimiliki oleh the Fed bernilai sebesar USD. 2.45 triliun yang rencananya tidak akan dijual dalam waktu dekat.

Managing partner senior dari perusahaan investasi Payden & Regal Investment Management yang berkedudukan di Los Angeles, James Sami mengatakan bahwa ia tidak mengesampingkan kemungkinan Tiongkok sebagai faktor yang menciptakan resiko tinggi dalam transaksi obligasi AS di pasar.

Pendapatan obligasi Treasury AS berada pada tingkat rendah selama belasan tahun terakhir, tetapi melemah tajam sejak krisis global pada 2008, karena anggapan pemerintah maupun swasta bahwa U.S. Treasury Bond cukup aman sehingga permintaaannya di pasar menjadi kuat.

Sejak diumumkannya devaluasi RMB, cadangan devisa Tiongkok bulan Agustus telah menyusut sebanyak USD. 93.9 miliar, sedangkan pada September cadangan itu kembali menyusut sebesar USD. 43.26 miliar.

Ekonom dari Commersbank AG, Zhou Hao mengatakan, penurunan cadangan devisa Tiongkok menunjukkan bahwa Bank Sentral Tiongkok selama satu bulan lalu terus berusaha untuk mengintervensi pasar moneter.

Direktur Riset China Merchants Securities Xie Yaxuan memperkirakan bahwa cadangan devisa Tiongkok di beberapa bulan ke depan masih bisa menurun walau besarannya tidak begitu banyak.

Menjelang libur panjang memperingati Hari Jadi RRT, Bank Sentral Tiongkok kembali mengintervensi RMB di pasar offshore untuk menaikkan RMB sebanyak 200 poin pada 30 September 2015. Tetapi dalam 2 hari kemudian, RMB turun 300 poin karena tekanan pasar. Kejadian itu membuktikan bahwa pasar enggan untuk memegang RMB karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok masih melamban.

Barclays Bank baru-baru ini mengatakan, bila pemerintah Tiongkok terus melakukan intervensi pasar mata uang, maka cadangan mereka bisa turun menjadi USD. 1.2 triliun. Data Bank Sentral Tiongkok akhir bulan Agustus menunjukkan, total cadangan devisa yang dimiliki Tiongkok adalah USD. 35 miliar 574 juta.

Pasar umumnya percaya bahwa nilai tukar RMB terhadap USD akan tetap ‘bermain’ di sekitar 6.5 hingga akhir tahun ini. tahun depan angka itu besar kemungkinan akan menjadi 7 – 7.5, berarti nilai tukar akan kembali jatuh. Prediksi Merrill Lynch Amerika bahwa RMB akan turun lagi sekitar 10% menjadi USD. 1 = RMB. 6.98. (sinatra/rmat)