Friday, January 21, 2022
HomeBERITA NASIONALCerita Meluncurnya Benda Asing dari Angkasa di Bengkulu

Cerita Meluncurnya Benda Asing dari Angkasa di Bengkulu

Ilustrasi Meteor (AP/Paul White)

BENGKULU – Benda asing misterius diduga meteor diperkirakan jatuh di kawasan Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Rejanglebong, Bengkulu. Benda asing serupa yang meluncur dari angkasa itu juga dilihat oleh warga di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Senin (26/10/2015).

Sebagaimana dilaporkan harian di Jambi, Tribun Jambi, penuturan warga Desa Seluma menyebutkan bahwa dia melihat benda berukuran besar dan berapi jatuh di desa mereka. Namun dia tidak memperhatikan di mana lokasi jatuhnya benda itu dan tidak  ledakan.

Sementara itu, di Desa Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, warga mengaku juga melihat benda asing itu melintasi desa mereka. Pengakuan serupa warga Desa Seluma, benda asing yang mereka lihat juga diselimuti api. Benda itu diperkirakan jatuh di kawasan hutan.

Sejumlah warga lainnya mendengar adanya ledakan keras akibat jatuhnya benda asing itu. Bahkan akibat hantaman benda asing yang belum diketahui lokasi jatuhnya menimbulkan getaran, hingga menyebabkan kaca-kaca rumah warga dikatakan ada yang pecah.

Setelah menerima laporan dari warga, aparat TNI dari  Kodim Rejang Lebong diturunkan untuk mencari tahu benda asing yang misterius itu. Perwira Intelijen Kodim Rejang Lebong kepada Kompas.com mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyusuri lokasi namun masih belum menemukan jatuhnya benda asing itu. “Kami sudah menyisiri, tapi belum menemukan,” ujarnya.

Sementara Kepala Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin mengatakan jika peristiwa di Bengkulu tersebut betul adalah jatuhnya benda antariksa maka kandidat yang mungkin untuk disebutkan pada benda itu ada meteorid. “Dugaan ini diperkuat dengan adanya ledakan menurut beberapa saksi mata,” katanya dalam siaran pers LAPAN.

Namun demikian, hasil pengamatan sistem pemantau benda antariksa buatan yang dikembangkan LAPAN menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya benda antariksa buatan yang jatuh. Hasil pantauan ini diperkuat dengan tidak ditemukannya benda antariksa buatan di situs Spacetrack, yang menjadi sumber data benda antariksa buatan, yang diperkirakan jatuh di Bengkulu dan sekitarnya pada saat itu. (Tribun/asr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

TERBARU

CERITA KEHIDUPAN