Sunday, December 5, 2021
HomeBERITA NASIONALWaspada Banjir dan Longsor, 41 Juta Warga Tinggal di Daerah Rawan

Waspada Banjir dan Longsor, 41 Juta Warga Tinggal di Daerah Rawan

JAKARTA – Musim hujan sudah mulai melanda sebagian wilayah Indonesia. Hal ini menandakan bahwa musim akan berganti setelah sebelum dilanda kabut asap dan kekeringan.  Bencana-bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung berpotensi melanda Indonesia pada 2015.

“Pemerintah dan Pemda harus segera mengantisipasi menghadapi banjir dan longsor,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (8/11/2015).

Catatan BNPB, ada 64 juta jiwa masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah rawan sedang-tinggi dari banjir. Mereka tersebar di 315 kabupaten/kota. Sedangkan longsor, ada 41 juta jiwa masyarakat yang tinggal di daerah rawan sedang-tinggi longsor di 274 kabupaten/kota. Seebagai langkah mengatasi bencana, pemerintah dan pemda harus melindungi masyarakat.

Untuk itu BNPB meningatkan perlu segera dilakukan rapat koordinasi teknis antisipasi banjir longsor. BNPB dan BPBD perlu segera menyusun rencana kontinjensi menghadapi banjir longsor yang memuat kebijakan, strategi, peta bencana, komando, upaya, pengerahan sumber daya, dan lainnya.

Rencana kontinjensi ini, menurut BNPB, harus disepakati oleh semua pihak sehingga saat terjadi bencana dapat diaktivasi menjadi rencana operasi. Rencana kontinjensi akan memudahkan semua pihak melakukan upaya sesuai tupoksi masing-masing. Peringatan dini dari berbagai pihak seperti BMKG, PU Pera, Lapan dan lainnya dicermati sehingga dapat memperoleh informasi yang update. Sosialisasi dan gladi juga harus diintensifkan.

Pola banjir dan longsor umunya berlangsung selama penghujan dan puncaknya dari Desember, Januari hingga Februari. “Banjir dan longsor sesungguhnya adalah bencana yang dapat diantisipasi karena dapat diprediksi dan dikenali sehingga korban dapat dihindari,” ujarnya.

Berdasarkan data buku “Penduduk Terpapar Bahaya Bencana” bencana longsor umumnya terjadi di wilayah topografi berbukit hingga bergunung. Kondisi curah hujan dan perubahan fungsi lahan memicu kejadian tanah longsor. Hasil pengolahan data sensus 2010 berkaitan tanah longsor menunjukkan Provinsi Jawa Barat merupakan daerah paling rentan. Kondisi ini terjadi karena Jawa Barat berpenduduk padat dan berada dalam zona bahaya tinggi bencana tanah longsor.

Selanjutnya persentase penduduk terpapar lebih dari 5 persen adalah Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebelumnya di daerah rawan longsor diingatkan untuk tidak memotong tebing/lereng, tidak memotong pohon sekitar lereng dan tidak mendirikan bangunan sekitar lereng yang curam. Jika kemudian warga terpaksa tinggal di daerah curam, maka perlu mengetahui tanda-tanda awal bencana. Seperti ketika hujan terjadi dan terdengar suara gemuruh maka perlu segera evakuasi ke lokasi yang lebih aman. (asr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments