Sunday, December 5, 2021
HomeHUKUM NASIONALSudirman Said : Sejarah Akan Mencatat Siapa yang Benar dan Salah

Sudirman Said : Sejarah Akan Mencatat Siapa yang Benar dan Salah

Menteri ESDM Sudirman Said

JAKARTA – Menteri Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan siap dipanggil oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI sebagai pelapor atas kasus ‘papi minta saham’ yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto. Meski demikian, posisi Sudirman terus dipermasalahkan oleh anggota MKD pendukung Novanto mulai ‘legal standing’ dan alat bukti rekaman yang tak lengkap.

Walau terus dipersoalkan, Sudirman mengaku tetap optimis bahwa MKD menyadari sedang menjalankan tugasnya yang akan dicatat oleh sejarah. Dia mengajak bersama MKD untuk bersama-sama melangkah bersama dalam sejarah tanpa menggelapkan kenyataan yang terjadi.

“Jangan diputar balik karena sejarah pasti mencatat siapa yang benar siapa yang salah,” katanya saat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2015).

Dia menuturkan dirinya sudah menyelesaikan tugasnya dan melaporkan apa ditahui atas kasus dugaan pencatutan nama untuk minta saham ke PT Freeport Indonesia. Dia mengaku siap memenuhi keterangan jika dipanggil oleh MKD serta memberikan keterangan sejujurnya. Pasalnya, alasan mendasar adalah sesuai dengan komitmen pemerintah Jokowi-JK untuk konsisten memberantas pemburu rente.

Menurut dia, DPR selaku lembaga perwakilan rakyat sudah semestinya memiliki etika yang tinggi apalagi legislatif adalah pembuat hukum kebijakan sedangkan segala hukum yang berlaku di Indonesia harus melalui parlemen. Oleh karena itu, seluruh rakyat Indonesia tentunya berharap bahwa proses yang ditempuh di MKD berlangsung dengan menjunjung standar etika.

Sudirman mengatakan sudah mempelajari aturan mengenai tata acara di Mahkamah Kehormatan Dewan. Dia memahami bahwa MKD dibentuk oleh anggota DPR sebagai alat kelengkapan dewam yang bersifat tetap dan memiliki tujuan menjaga serta menegakkan kehormatan dan martabat DPR.

Selanjutnya Sudirman terus memahami secara dasar prinsip ‘martabat’ berdasarkan tata bahasa Indonesia. Istilah tersebut dalam kamus bahasa diartikan harga diri tertinggi, sedangan etika adalah ilmu tentang baik dan buruk dan kehormatan adalah nama baik dan harga diri. “Jadi yang sedang kita bangun adalah nama baik, harga diri, nama besar dan kemuliaan dari DPR,” tambahnya.

Sudirman memahami sudah seharusnya anggota DPR RI untuk menegakkan dan menjaga nama baik, harga diri, nama besar dan kemulian DPR sebagai wakil rakyat. Jika hal demikian tetap terus diperjuangkan maka perkembangan bangsa Indonesia akan berjalan dengan baik. Tentunya hal demikian merupakan komitmen yang bersama-sama harus ditegakkan oleh eksekutif dan legislatif.

Menteri ESDM Sudirman Said resmi melaporkan Setya Novanto yang diduga mencatut nama presiden dan wakil presiden untuk meminta jatah saham PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Senin (16/11/2015). Bukti rekaman juga diserahkan yakni pembicaraan yang melibatkan pengusaha Muhamad Reza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin. Untuk mengambil keputusan melanjutkan persidangan, 6 anggota MKD menolak kasus Novanto disidangkan mereka adalah dari Fraksi Golkar, PPP dan Gerindra. (asr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments