Monday, November 29, 2021
No menu items!
HomeBERITA NASIONALBelasan Orang Tewas Tabrakan Metro Mini vs Commuter Line

Belasan Orang Tewas Tabrakan Metro Mini vs Commuter Line

Metromini tabarakan dengan Commuterline pukul 08.30 WIB, Minggu 6 Desember 2015 di perlintasan Kereta Api, Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat (Foto : Muhamad Asari)

JAKARTA – Sebanyak 14 orang penumpang tewas dari penumpang Metromini B-80 Jurusan Jembatan Lima-Kalideres tertabrak dengan Commuter Line di pintu pelintasan KRL sebelum Stasiun Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015). Sejumlah informasi menyebutkan penumpang yang berada pada angkutan umum itu berjumlah 21 orang.

Kapolsek Tambora, Polres Jakarta Barat, Kompol Wirdhanto menuturkan berdasarkan keterangan saksi mata dan petugas palang pintu KRL, pada saat itu palang perlintasan sudah tertutup dan pihaknya sudah memberikan peringatan. Hanya saja, Metromini mencoba menerobos melalui sela-sela bagian palang pintu dan langsung dihantam kereta api.

Menurut dia peristiwa yang terjadi pada pukul 08.30 WIB itu merupakan tabrakan cukup keras hingga Metromini sempat terseret sejauh 200 meter. Akibatnya, semua bagian angkutan umum tersebut terpental secara terpisah-pisah mulai ban dan sebagainya. “Jelasnya ada kegiatan penerobosan dari pihak metromini, keterangan petugas palang pintu sudah dilakukan penutupan 700 meter sebelum kereta menyentuh lokasi,” ujarnya di lokasi kejadian.

Dia menuturkan awalnya terdapat 13 orang korban meninggal dunia di tempat dan 7 orang lainnya mengalami luka berat. Korban tewas dan luka berat langsung dievakuasi oleh petugas ke RS Cibubur, RS Sumber Waras, RS Cipto dan RS Atmajaya. Menurut Kapolsek hingga saat ini pihak kepolisian sudah melakukan langkah-langkah berikutnya yakni penyelidikan antara Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dengan Direskrimum Polda Metro Jaya agar kronologi kejadan ini menjadi jelas. Sebelumnya sudah mendapat arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian yang juga memantau lokasi kejadian.

Metromini yang tertabrak Commuter Line
Sisa-sisa tabrakan Metromini
Metromini yang hancur

Seorang warga Tambora mengatakan tak melihat secara langsung saat peristiwa tabrakan terjadi. Namun demikian, dia hanya mengetahui setelah tabrakan terjadi dengan peristiwa menggenaskan. Dia mengaku melihat secara langsung korban-korban hingga turut terseret sekitar rel kereta. “Saya sempat ngangkat ada belasan tadi,” ujarnya di lokasi kejadian.

Sementara seorang warga lainnya mengatakan warga sempat memperingatkan kepada sopir Metromini untuk tidak nekat menerobos perlintasan. Namun demikian, sopir tetap tak menggubris walaupun sempat ragu-ragu. Hingga akhirnya Metromini tersebut langsung melaju dan tertabrak kereta.

Warga lainnya yang tak mau disebutkan namanya sempat berkaca-kaca saat melihat lokasi kejadian. Dia khawatir atas ibunya yang selalu menjadi penumpang untuk pulang ke rumah dengan trayek jurusan metro mini, namun hingga kini belum pulang ke rumah. “Ibu saya selalu naik ini, saya khawatir,” ujarnya di lokasi kejadian. Namun langsung ditanggapi oleh beberapa warga lainnya yang sempat mengetahui perisitwa tersebut. “Umurnya kira-kira berapa? tadi tak ada yang lebih tua,” sahutnya.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Trasnportasi (Wakadishubtrans) DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menindak tegas dan mengancam akan mencabut izin trayek M-80. Dia menuturkan berdasarkan keterangan saksi mata, perlintasan sudah ditutup namun demikian sopir tetap menerobos. Apalagi perbuatan ini menyebabkan terjadi korban jiwa tentunya menjadi pelanggaran atas kelalaian.

“Kita dari Pemprov akan memberikan sanksi yang keras, jangan sampai korban, kita evaluasi trayeknya kalau perlu kita cabut,” ujarnya di lokasi kejadian. (asr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments