Tuesday, November 30, 2021
No menu items!
HomeHUKUM NASIONALKPK Rilis Capaian dan Kinerja Sepanjang 2015

KPK Rilis Capaian dan Kinerja Sepanjang 2015

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil capaian dan kinerja sepanjang 2015. Langkah ini dilakukan sebagai wujud pertanggungjawaban dan transparansi KPK kepada publik. Rilis ini disampaikan oleh Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Laporan capaian KPK yang dibeberkan KPK mulai dari kapasitas kelembagan, pencegahan dan penindakan. KPK mengklaim Laporan Keuangan KPK selalu memiliki Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Termasuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah (LAKIP), KPK menorehkan Nilai A, yang berhasil dipertahankan sejak 2010.

Pada kapasitas kelembagaan, aktivitas KPK menggunakan anggaran yang berasal dari APBN sebesar Rp 898,9 miliar rupiah pada 2015. Penyerapan anggaran pada tahun ini sebesar 518,9 miliar rupiah atau sekitar 57,7 persen (per 14 Desember 2015).

Total pegawai KPK pada akhir tahun ini sebanyak 1.146 pegawai, termasuk di dalamnya 118 penyelidik, 92 penyidik dan 88 penuntut umum. Sedangkan penegakan etika, terdapat 40 pegawai dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan kedisiplinan pegawai mulai dari SP 3, skorsing hingga pemecatan.

Di bidang pencegahan, KPK mengklaim terus meningkatkan peran strategisnya. Misalnya Program Pilkada Berintegritas diluncurkan untuk mengawal Pilkada serentak yang dilakukan di sejumlah daerah. KPK juga menyelenggarakan deklarasi politik berintegritas bersama 15 organisasi muda sayap partai politik.

KPK menyatakan upaya menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara dari sisi pencegahan terus diintensifkan. Terutama pada sektor pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan melalui kegiatan koordinasi dan supervisi. Tahun ini, KPK mengklaim tak hanya menyentuh sektor mineral dan batu bara, tetapi memperluas hingga sektor kelautan, kehutanan dan perkebunan di 34 provinsi dengan melibatkan 27 kementerian/lembaga.

KPK juga melakukan kajian terhadap pengelolaan keuangan desa. KPK dalam agenda ini mengajak masyarakat berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan dana desa lebih dari 20 triliun rupiah yang mulai digulirkan tahun ini.

Pada bidang penindakan lalu apa saja capaian yang dimiliki oleh KPK? sepanjang 2015 Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan sebanyak 5 kali. Fakta ini bisa dilihat penangkapan hakim PTUN Medan yang turut menjerat pengacara Oc kaligis, anggota DPRD Banten dan anggota DPR RI.

Pada tahun ini, menurut KPK sebanyak 84 kegiatan penyelidikan, 99 penyidikan, dan 91 kegiatan penuntutan. Sebanyak 33 putusan pengadilan dieksekusi KPK yang telah berkekuatan hukum tetap. Sebanyak Rp 198 miliar telah dimasukkan ke kas negara dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penanganan perkara.

Sepanjang 2015 jenis perkara yang ditangani oleh KPK adalah tindak pidana korupsi paling banyak terjadi yakni penyuapan dengan 35 perkara, diikuti pengadaan barang/jasa sebanyak 10 perkara, penyalahgunaan anggaran 2 perkara, serta perijinan, pungutan dan TPPU masing-masing satu perkara.

Data penanganan perkara berdasarkan tingkat jabatan, mengungkapkan 12 perkara yang melibatkan anggota DPR/DPRD dan 13 perkara melibatkan swasta. Sedangkan 7 perkara lainnya melibatkan eselon I, II dan III; serta masing-masing empat perkara melibatkan gubernur dan walikota/bupati dan wakilnya; serta masing-masing tiga perkara, melibatkan hakim, dan kepala kementerian/lembaga. (asr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments