fbpx
Thursday, December 9, 2021
HomeFAMILYKELUARGAKeuntungan Punya Anak Setelah Umur 30 Tahun

Keuntungan Punya Anak Setelah Umur 30 Tahun

Oleh: Sarah Matheson

Di sejumlah negara maju, dan bahkan di beberapa negara Afrika, usia rata-rata ibu saat melahirkan anak pertama, mengalami kenaikan selama tiga dekade terakhir. Pada tahun 1970, usia rata-rata ibu di Amerika Serikat saat melahirkan anak pertama adalah 21. Ini adalah hasil menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Pada tahun 2013, usia rata-rata ini meningkat menjadi 26. Di Jepang, di mana populasi orangtua sangat banyak, usia rata-rata ibu yang melahirkan anak pertama adalah sekitar 29.

Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat emosional dan perkembangan bagi anak-anak yang memiliki orangtua sedikit lebih tua, misalnya akhir 30-an dan awal 40-an.

Sebuah studi oleh para peneliti di Birkbeck University of London dan University College London, Inggris, menemukan bahwa ada hubungan antara usia ibu dengan keberhasilan orangtua untuk mendisiplinkan anak-anak mereka. Dalam temuan mereka, ibu yang lebih tua punya kecenderungan lebih rendah untuk menghukum anak-anak mereka dengan mengabaikan atau membatasi anak-anak. Mereka juga cenderung tidak mengalami konflik dengan anak-anak mereka.

Penelitian ini skalanya tidak kecil. Penelitian melibatkan kunjungan rumah ke hampir 15,000 ibu ketika anak-anak mereka berusia 3 tahun. Para peneliti mencatat bahwa 48 persen anak-anak yang lahir di Inggris dan Wales pada tahun 2010 (tahun kelahiran anak sampel mereka), lahir dari ibu yang berusia di atas 30 tahun.

Di AS, tingkat pendidikan ibu tampaknya memainkan peran dalam usia kelahiran anak pertama. Menurut analisis Pew Research Center terhadap data sensus, usia rata-rata dari ibu yang pertama kali melahirkan, dengan gelar Master, adalah 30, sedangkan usia rata-rata ibu dengan kelahiran pertama yang memegang ijazah sekolah tinggi adalah 24.

Hasil menarik lainnya adalah bagaimana orangtua dari usia yang berbeda merespon secara emosional ketika memiliki anak baru. Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman dan Kanada menemukan bahwa orangtua berumur di atas usia 34 dilaporkan lebih bahagia dengan kelahiran anak pertama mereka. Secara khusus, ayah usia muda melaporkan rendahnya tingkat kebahagiaan, mungkin terkait dengan tekanan ekonomi yang dirasakan.

Kepala peneliti Mikko Myrskylä, direktur Institut Max Planck untuk Penelitian Demografi di Rostock Jerman, mengatakan bahwa sementara anak pertama meningkatkan kebahagiaan orangtua cukup signifikan, anak kedua meningkatkan kebahagiaan sedikit lebih kecil, dan anak ketiga benar-benar tidak sama sekali. Dia juga mengatakan bahwa peningkatan kebahagiaan yang dilaporkan oleh orangtua dalam penelitian ini cenderung bertahan lebih lama bagi orangtua yang berumur.

Risiko orangtua berumur

Menjadi orangtua yang lebih tua juga meningkatkan risiko, meskipun dalam taraf yang kecil. Anak dengan mutasi genetik sindrom down, misalnya terjadi lebih tinggi pada ibu di atas umur 35 tahun. Studi terbaru menunjukkan bahwa ayah yang lebih tua juga dapat membawa peningkatan risiko komplikasi genetik.

Sebuah studi genome dari Islandia yang diterbitkan pada tahun 2012 menemukan bahwa seiring peningkatan usia pria, jumlah mutasi yang cenderung diturunkan kepada anak-anak mereka juga meningkat. Para peneliti tertarik untuk membangun hubungan antara gen ayah dan gangguan neurologis pada anak-anak, termasuk autisme dan skizofrenia.

Dari temuan penelitian mereka, para peneliti memperkirakan bahwa seorang pria berumur 36 tahun akan menurunkan dua kali lebih banyak mutasi ke anaknya dibandingkan dengan pria berumur 20 tahun, sedangkan pria umur 70 tahun akan menurunkan delapan kali lebih banyak. Para peneliti menemukan bahwa terlepas dari usia mereka, ibu hanya menurunkan rata-rata 14 mutasi. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Nature.

Karena kesuburan cenderung menurun dengan usia, orangtua berumur mungkin menghadapi tantangan untuk memperoleh kehamilan, dan mencari teknik reproduksi buatan. Tapi penelitian juga menghubungkan beberapa teknik buatan ini pada peningkatan risiko cacat pada anak. (visiontimes.com/SarahMatheson/Dpr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular