fbpx
Thursday, December 9, 2021
HomeUncategorizedJepang Sepakat Berikan Kompensasi 1 Miliar Yen kepada Para Ianfu Korsel

Jepang Sepakat Berikan Kompensasi 1 Miliar Yen kepada Para Ianfu Korsel

Keterangan foto: Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida (kiri) dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se (kanan) bertemu untuk menandatangani kesepakatan penyelesaian masalah Ianfu pada 28 Desember 2015. (Jung Yeon-je/Pool/AFP)

Oleh Chen Juncun

Jepang dan Korea Selatan telah mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan masalah Ianfu pada 28 Desember. Pemerintah Jepang secara resmi meminta maaf kepada para korban di Korea Selatan dan menyediakan Yen 1 miliar (+/- USD. 8.3 juta) sebagai kompensasi untuk para mantan Ianfu Korea Selatan yang pengaturannya diserahkan kepada pemerintah Korea Selatan.

Ianfu adalah wanita Korea Selatan yang pada masa Perang Dunia kedua ditipu, diculik, direkrut dan dipaksa untuk memberikan layanan seksual kepada serdadu Jepang. Meskipun beberapa orang di antaranya memang timbul keinginan sendiri untuk bergabung, tetapi kebanyakan dari mereka dipaksa menjadi budak seks bagi serdadu Jepang. Selama bertahun-tahun para ianfu Korea Selatan ini terus mendesak pemerintah Jepang untuk meminta maaf dan menuntut ganti rugi. Oleh karena masalah tersebut belum terselesaikan, hubungan diplomatik kedua negara itu jadi terganggu.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se mengadakan pembicaraan untuk mencarikan solusi penyelesaian masalah ianfu di Seoul pada 28 Desember 2015. Berdasarkan konsensus untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan bersejarah pada pertemuan itu. Jepang yang diwakili oleh Shinzo Abe akan meminta maaf kepada para korban ianfu di Korea Selatan dan menyerahkan total Yen 1 miliar sebagai kompensasi atas kejadian di masa lalu itu.

Dalam konperensi pers yang diadakan setelah usai pertemuan, Fumio Kishida mengatakan, “Sebagai Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe meminta maaf yang paling tulus dan menyatakan penyesalan yang mendalam atas semua derita yang dialami oleh para wanita Korea Selatan yang dipaksa menjadi ianfu pada masa Perang Dunia kedua.”

Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa bila nantinya menyangkut kompensasi yang dijanjikan oleh Jepang telah terpenuhi, maka pemerintah Korea Selatan akan menganggap masalah ianfu sudah terselesaikan secara permanen. Terhadap patung wanita ianfu yang didirikan di luar gedung Kedutaan Jepang untuk Korea Selatan di Seoul oleh para aktivis, pemerintah Korea Selatan berjanji akan memindahkannya sesuai permintaan pemerintah Jepang.

Kedua negara juga saling berjanji untuk tidak mengkritik satu sama lain atas masalah ianfu di forum-forum internasional. Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menggambarkan isu ianfu sebagai ‘hambatan terbesar untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Korea – Jepang. Dengan tercapainya kesepakatan masalah ianfu ini, diyakini bisa memberikan kontribusi yang tidak kecil dalam menyingkirkan hambatan itu.

Tercatat sekitar 200.000 wanita Korea Selatan telah dijadikan budak seks oleh serdadu Jepang yang ditempatkan di Korea Selatan selama masa Perang Dunia kedua. Sekarang hanya 46 orang dari mereka yang masih hidup. Selain dari Korea Selatan, para ianfu juga ada di Tiongkok, Taiwan, Filipina, Indonesia dan negara lainnya.

Pada 1993, mantan Sekretaris Kabinet Jepang Yohei Kono mengeluarkan ‘Pernyataan Kono’ yang menyebutkan bahwa pemerintah Jepang bertanggung jawab terhadap para ianfu dan meminta maaf atas kejadian itu. Pada 1995, pemerintah Jepang mendirikan organisasi yang dikelolah sipil bernama ‘”Asian Women’s Fund” untuk memberikan dana kompensasi kepada para korban wanita ianfu di setiap negara, masing-masing orang Yen 3 juta (sekitar USD. 25.000,-) beserta surat permintaan maaf dari pemerintah Jepang yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Jepang Ryutaro Hashimoto. (sinatra/rmat)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular