Wednesday, January 26, 2022
HomeBERITA NASIONALKenaikan Iuran BPJS Kesehatan yang Disebut Penyesuaian Iuran

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan yang Disebut Penyesuaian Iuran

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutardjo mengatakan program JKN yang berlaku sejak Januari 2013, ada prinsip gotong royong. Menurut dia, pada prinsipnya program ini kalangan kaya membantu yang miskin, yang sehat menolong yang sakit. Program ini juga kepada pasien dengan penyakit yang memerlukan biaya tinggi seperti jantung, kanker dan gagal ginjal, dapat merasakan manfaatnya setelah ikut program JKN.

Menurut Untung, perubahan ini menggunakan data perhitungan nyata di lapangan. Perhitungan sebelumnya itu berdasarkan pengalaman implementasi Jamkesmas, asumsi, dan melihat pengalaman negara lain. Meskipun demikian, pemerintah berusaha menyelaraskan dengan masalah yang dialami di lapangan.

“Penyesuaian iuran ini bukan keputusan yang dilakukan secara mendadak, melainkan sudah didiskusikan sejak lama dengan perhitungan yang matang dan melibatkan para ahli,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Dalam keterangan terpisah, Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengatakan saat layanan kesehatan ini mulai dilaksanakan, BPJS Kesehatan selalu jadi sasaran keluhan para pesertanya akibat fasilitas, infrastruktur dan pelayanan fasilitas kesehatan yang belum sempurna. Menurut Fahira, pemerintah seharusnya diminta membenahi terlebih dahulu semua faskes yang ada di Indonesia kemudian bicara tentang kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan.

“Rakyat dibuat nyaman dulu jadi peserta BPJS Kesehatan, baru setelah itu pemerintah bicara kenaikan iuran,” ujar Fahira di Jakarta.

Senator untuk kota DKI Jakarta ini menilai standar kegawatdarutan harus jelas dan sama dipahami peserta dan rumah sakit. Paserta datang ke rumah sakit karena merasa penyakitnya sudah gawat, tapi oleh rumah sakit dianggap belum gawat. Bahkan, kondisi ini yang sering membuat terjadi benturan antara rumah sakit dan pasien.

Menurut Fahira, temuan di lapangan yang ditemuinya banyak peserta BPJS Kesehatan yang mengeluh sakit terpaksa langsung ke rumah sakit pada malam hari karena puskesmas yang jadi rujukannya tidak beroperasi 24 jam. “Ketimpangan-ketimpangan pelayanan dan infrastruktur kesehatan seperti ini yang harus segera dibenahi,” pungkasnya. (asr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

TERBARU

CERITA KEHIDUPAN