fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeBERITA NASIONALBPOM : 37 Sarana Pelayanan Kesehatan Diidentifikasi Peroleh Vaksin Tak Resmi

BPOM : 37 Sarana Pelayanan Kesehatan Diidentifikasi Peroleh Vaksin Tak Resmi

JAKARTA – Sehubungan dengan pengawasan Badan POM terkait kasus peredaran vaksin palsu, bersama ini disampaikan data terbaru mengenai hasil pengawasan Balai Besar/Balai POM (BBPOM/BPOM) di seluruh Indonesia menemukan sejumlah temuan yang disampaikan kepada seluruh masyarakat.

Biro Hukum dan Humas Badan POM dalam siaran persnya, Jumat (1/7/2016) menyebutkan,  hingga dengan 30 Juni 2016, telah diidentifikasi sebanyak 37 sarana pelayanan kesehatan di 9 wilayah cakupan pengawasan BBPOM/BPOM yaitu Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pangkal Pinang, dan Batam. Hasil temuan pengawasan menyebutkan vaksi-vaksi di daerah ini diperoleh dengan cara ilegal.

“37 SPK di 9 wilayah perolehan/pengadaan vaksinnya berasal dari freelance/ sumber tidak resmi,” ujar siaran pers BPOM.

Namun demikian, BPOM tak menjelaskan apakah sebanyak 37 SPK di 9 wilayah tersebut adalah vaksin-vaksin palsu. BPOM dalam keterangannya hanya menyebut bahwa vaksin-vaksi tersebut bersumber dari tak resmi.

Badan POM telah menyelesaikan pengujian terhadap sebagian sampel vaksin yang diterima Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional dari Bareskrim Polri. Hasil pengujian terhadap sampel tersebut telah dikirimkan kepada Bareskrim pada Kamis 30 Juni 2016.

BPOM melaporkan, pengawasan hingga saat ini masih terus berlanjut di 32 provinsi di Indonesia sesuai dengan wilayah cakupan pengawasan Balai Besar/Balai POM.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular