7 Efek Samping Terlalu Banyak Mengonsumsi Cuka Apel

1. Menunda pengosongan lambung

Cuka apel membantu mencegah lonjakan gula darah dengan cara memperlambat makanan meninggalkan lambung untuk memasuki saluran pencernaan guna diproses lebih lanjut, sehingga memperlambat penyerapan makanan ke dalam aliran darah.

Namun, efek ini dapat memperburuk gejala gastroparesis, yang artinya otot-otot dinding lambung bekerja dengan buruk atau tidak bekerja sama sekali, suatu kondisi yang umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1.

Dalam gastroparesis, saraf di lambung tidak bekerja dengan baik, sehingga makanan terlalu lama berada di dalam lambung dan tidak dikosongkan dengan kecepatan yang normal.

Gejala gastroparesis meliputi nyeri pada dada atau ulu hati, kembung dan mual. Untuk penderita diabetes tipe 1 yang menderita gastroparesis, sulit diprediksi kapan insulin dikeluarkan karena sulit untuk memprediksi berapa lama makanan akan dicerna dan diserap.

Satu penelitian terkontrol meneliti 10 penderita diabetes tipe 1 yang menderita gastroparesis.

Minum air dengan 2 sendok makan (30 ml) cuka apel secara nyata memperlama makanan berada di dalam lambung, dibandingkan dengan hanya minum air putih.

2. Efek samping terhadap pencernaan

Cuka apel dapat menyebabkan gejala pencernaan yang tidak nyaman pada beberapa orang. (A-Basler / iStock)
Cuka apel dapat menyebabkan gejala pencernaan yang tidak nyaman pada beberapa orang. (A-Basler / iStock)

Cuka apel dapat menyebabkan gejala pencernaan yang tidak nyaman pada beberapa orang.

Penelitian terhadap manusia dan hewan menunjukkan bahwa cuka apel dan asam asetat dapat menurunkan nafsu makan dan memberi rasa kenyang, sehingga menyebabkan penurunan asupan kalori secara alami.

Namun, satu penelitian terkontrol menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, nafsu makan dan asupan makanan dapat menurun akibat gangguan pencernaan.

Individu yang mengonsumsi minuman yang mengandung 25 gr (26 ml) cuka apel dilaporkan mengalami kurang nafsu makan serta mual, terutama karena cuka menyebabkan minuman menjadi tidak enak.

3. Kadar kalium darah yang rendah dan kropos tulang

Tidak ada penelitian terkontrol yang meneliti efek cuka apel terhadap kadar kalium darah dan kesehatan tulang pada saat ini.

Namun, ada satu laporan kasus di mana kadar kalium darah yang rendah dan kropos tulang yang disebabkan karena mengonsumsi dosis besar cuka apel dalam jangka waktu yang panjang.

Seorang wanita berusia 28 tahun mengonsumsi 8 oz (250 ml) cuka apel yang diencerkan dengan air setiap hari selama enam tahun.

Ia dirawat di rumah sakit karena kadar kalium darah yang rendah dan kelainan lain pada kimia darahnya.

Wanita tersebut juga didiagnosis menderita osteoporosis, suatu kondisi tulang yang rapuh yang jarang terjadi pada orang muda.

Dokter yang merawat wanita percaya bahwa dosis besar cuka apel yang dikonsumsinya setiap hari menyebabkan mineral larut dan keluar dari tulang-tulangnya untuk mempertahankan pH darah dari keasaman darahnya.

Dokter juga mencatat bahwa kadar asam yang tinggi dapat mengurangi pembentukan tulang baru.

Baca halaman selanjutnya…