Monday, December 6, 2021
HomeKESEHATANApa yang Terjadi Jika Tubuh Mengalami Dehidrasi ?

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Mengalami Dehidrasi ?

Air sangat penting bagi kehidupan manusia. Ia menyumbang sebesar 50- 70% dari berat tubuh kita dan sangat penting bagi sebagian besar fungsi tubuh. Dan apa jadinya jika tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi?

Setiap berkurangnya kandungan air dalam tubuh secara normal (dikarenakan dehidrasi, sakit, latihan atau stres panas) bisa membuat tubuh merasa tidak enak. Yang kita rasakan pertama kali adalah haus dan lelah, namun juga dapat mengembangkan sakit kepala ringan. Hal ini pada akhirnya menjadikan kita mudah marah, serta penurunan mental dan fisik.

Manusia terus kehilangan air melalui napas, urin, feses dan kulit. Pada umumnya, orang sehat dapat mengatur kandungan air dalam tubuh mereka dengan sangat baik melalui makan dan minum, dan dipandu oleh nafsu makan dan rasa dahaga. Namun hal ini lebih sulit bagi bayi, orang sakit, orang tua, atlet, dan pekerja fisik yang berat terutama berkaitan dengan suhu panas.

Apa yang terjadi saat tubuh dehidrasi ?

Pada saat Anda merasa haus tubuh sudah mengalami dehidrasi; mekanisme rasa dahaga tubuh lebih lambat dari tingkat hidrasi yang sesungguhnya.

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh mengalami sedikitnya 1% dehidrasi, akan berpengaruh negatif pada suasana hati, perhatian, memori dan koordinasi motorik. Data pada manusia dirasakan kurang dan kontradiktif, namun ia menunjukkan cairan jaringan otak berkurang dengan dehidrasi, sehingga mengurangi volume otak dan untuk sementara waktu memengaruhi fungsi sel.

Ketika tubuh Anda “kehilangan” air tanpa menggantikannya, maka darah akan menjadi lebih terkonsentrasi, pada titik ini, dapat memicu ginjal menahan air. Hasilnya: buang air kecil akan berkurang.

Darah menjadi lebih kental dan lebih terkonsentrasi, sehingga semakin menyulitkan sistem kardiovaskular untuk mengompensasikannya dengan meningkatkan denyut jantung demi mempertahankan tekanan darah.

Ketika tubuh yang mengalami dehidrasi “didorong”, seperti ketika berolahraga atau menghadapi tekanan panas, maka risiko mengalami kelelahan atau roboh akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan pingsan, misalnya ketika Anda berdiri terlalu cepat.

Kurangnya asupan air juga menghambat upaya tubuh dalam suhu mengatur, yang dapat menyebabkan hipertermia (suhu tubuh berada jauh di atas normal).

Pada tingkatan sel, “penyusutan” terjadi karena air secara efektif dipinjam untuk menjaga tempat penyimpanan lainnya, seperti darah. Otak dapat mengindera hal ini dan memicu sensasi peningkatan rasa haus.

Seberapa banyak saya minum?

Kisaran kebutuhan air yang normal bagi setiap orang berbeda drastis, hal ini dikarenakan sejumlah faktor, seperti komposisi tubuh, metabolisme, diet, iklim dan pakaian.

Anehnya, rekomendasi resmi pertama tentang asupan air baru dibuat tahun 2004. Menurut Institute of Medicine (Institut Pengobatan), asupan air yang cukup bagi pria dan wanita dewasa masing-masing adalah 3,7 dan 2,7 liter per hari.

Sekitar 80% dari total air yang setiap hari dikonsumsi dari segala minuman (termasuk air, minuman berkafein dan alkohol!) Dan sisanya 20% dari makanan.

Tapi tentu saja, ini hanya panduan kasar. Berikut adalah cara untuk memantau hidrasi Anda sendiri:

1. Timbang berat badan Anda dan tetap dalam 1% dari dasar normal. Anda dapat mengetahui nilai dasar dengan merata-rata berat badan (bangun pagi dari tempat tidur, sebelum sarapan) pada tiga pagi hari berturut-turut.

2. Pantau urine Anda. Buang air kecil secara teratur (lebih dari tiga sampai empat kali per hari) dan warna air seni mirip warna jerami pucat atau kuning muda tanpa bau yang kuat. Jika kurang buang air kecil, warna air seni lebih gelap atau bau tajam, minumlah lebih banyak cairan.

3. Perhatikanlah untuk minum cukup cairan setiap harinya. Cairan yang Anda konsumsi dapat mencegah persepsi rasa dahaga. (Epochtimes/Ajg/Yant)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular