fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeHUKUM NASIONALAhok Tegaskan Sanksi Berat Bagi Toko Jual Obat Palsu dan Kedaluwarsa

Ahok Tegaskan Sanksi Berat Bagi Toko Jual Obat Palsu dan Kedaluwarsa

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginstruksikan kepada PD Pasar Jaya untuk menutup toko obat yang ketahuan menjual obat palsu dan kedaluwarsa. Hal ini setelah beberapa toko obat di Jakarta diketahui menjual obat dan palsu dan kedaluwarsa setelah tim BPOM dan Bareskrim membongkar praktek penjualan obat palsu.

“Kalau di daerah pasar kami akan langsung tutup tokonya,” kata Ahok di Balai kota DKI Jakarta dikutip dari BeritaJakarta.com, Kamis (8/9/2016).

Basuki yang kerap disapa Ahok itu menegaskan selaku Gubernur DKI Jakarta sudah menginstruksikan kepada Pasar Jaya untuk menindak tegas toko yang ketahuan menjual obat palsu dan kedaluwarsa. Ahok mengancam akan menutup jika menjual obat palsu dan kedaluwarsa,  tak hanya itu tersebut tak boleh lagi membuka toko obat.

Menurut Ahok, tindakan tegas dari Pemprov DKI Jakarta ini bukan tanpa alasan. Pasalnya,  pemilik toko masih bisa menggunakan nama lain jika masih dibiarkan untuk membuka usaha toko obat. “Kalau enggak, kamu bisa pakai nama saudara kamu. Pakai nama beda, tadinya toko Ahok jadi toko Basuki,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Badan Reserse Kriminal Polri menertibkan sejumlah toko obat yang menjual obat ilegal di Pasar Pramuka,  Jakarta Timur. Toko-toko ini juga menjual obat tanpa resep dokter serta menjual obat kedaluwarsa.

Sebanyak 7 toko/kios yang disegel tim gabungan. Toko-toko itu adalah Apotek Rakyat Rezeki di lantai dasar AKS nomor 150. Kemudian Apotek Rakyat Fauzi, Sinar Sehat 1 dan 2, Mamarguci dan Apotek Rakyat Paris 2. Kemudian  Apotek Rakyat Aro’s Farma dipasangi garis polisi oleh Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya. (asr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular