Wednesday, January 26, 2022
HomeNEWSINTERNATIONALKisah Prajurit India yang Nyawanya Diselamatkan oleh Sebuah Pena

Kisah Prajurit India yang Nyawanya Diselamatkan oleh Sebuah Pena

Alat itu dilengkapi suatu sensor untuk memudahkan si penembak untuk melihat sasaran musuh di situasi gelap.

Ketika tentara Pakistan berjalan mendekat, Ramesh melihat bahwa tentara musuh tidak berada di parit, melainkan mereka menembak dari sebuah bunker.

Pada saat itulah Ramesh menyadari sesuatu yang terbakar di telapak tangannya, saat dia melihatnya dengan saksama, dia melihat sebuah tulang mencuat.

Dia ditembak oleh musuh. Walaupun demikian, Ramesh pun masih bisa mengatakan sesuatu kepada rekannya, “Jangan khawatir, ayo kita harus berjuang untuk hidup.”

Setelah peluru menembus tangan Ramesh, dia tidak bisa merasakan sakit karena seluruh area itu telah mati rasa.

Dia bisa memimpin dan memotivasi rekan-rekannya di sepanjang jalan.

The Better India

Untungnya, ketika musuh melihat batalyon yang dipimpin Ramesh datang, mereka takut jumlah mereka kalah jumlah dan melambaikan bendera putih dan menyerah.

Tidak berhenti sampai di situ, Ramesh yang masih terluka berhasil menduduki wilayah selanjutnya yaitu desa Maharajkey.

Ketika mereka sampai di sana, mereka dihantam peluru yang ditembakkan dari segala arah.

Sebagian besar rekan-rekannya dipukul dan hanya dia dan beberapa lainnya yang tetap hidup.

Ramesh tiba-tiba bisa mengumpulkan keberanian dan bangkit dan berlari menuju musuh.

Ketika dia berlari, dia ditembaki lagi, kali ini berada di lengan atas dan ia kehilangan kesadaran dan merasa terjatuh di tanah.

Tiba-tiba dia sadar, dia tidak bisa merasakan lengannya, rekan-rekannya menaruhnya di atas tandu dan lengannya menjuntai keluar dari tandu.

Pertarungan berlanjut dan India berhasil merebut desa tersebut.

The Better India

Ramesh kemudian dibawa ke rumah sakit dan luka-lukanya dirawat.

Dia merasa akan meninggal dan merasakan hidupnya sudah diambang kematian.

Meskipun ketakutan terbesarnya adalah bahwa dia tidak akan bisa mengemudikan mobil saat ia kehilangan lengan kirinya sama sekali, ini tidak menghentikannya melakukan hal yang dia cintai.

Akhirnya, dia mengatasi semua rintangan dengan ketekunan dan kemauan yang kuat.

Ramesh selalu memegang pena Wilson-nya di dekat hatinya.

Dia bilang pena itu menyelamatkan nyawanya selama perang, karena membelokkan peluru.

Dia selalu menyimpannya.

Jika bukan karena pena itu, dia pasti tewas dan tidak bisa menikmati hidup saat ini. (intan/rp)

Sumber: www.ntd.tv

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

TERBARU

CERITA KEHIDUPAN